Dana Kampanye Sandi Fantastis, TKN Duga untuk Mahar PKS dan PAN
Sabtu, 30 Maret 2019 - 13:05 WIB
Dana Kampanye Sandi Fantastis, TKN Duga untuk Mahar PKS dan PAN
A
A
A
JAKARTA - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan bahwa dia sudah mengeluarkan uang selama pilpres ini sejumlah Rp1,4 triliun atau USD100 juta. Hal ini diakuinya dalam wawancara dengan bloomberg.com pada beberapa waktu lalu.
Menanggapi pengakuan tersebut, Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon Jokowi-Ma'ruf Amin, Inas N Zubir pun mempertanyakan nominal tersebut. Menurut dia, pastinya masyarakat bertanya-tanya untuk apa saja uang sebesar itu digunakan.
Inas pun menduga jika nominal yang diakui Sandi termasuk juga untuk mahar kepada dua partai pendukung Prabowo-Sandi, PKS dan PAN. Kedua partai itu diduga masing-masing menerima Rp500 miliar.
Ketua Fraksi Hanura ini merujuk pada ucapan mantan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief beberapa saat sebelum peresmian Prabowo-Sandi sebagai kontestan Pilpres 2019.
"Kemudian baik PKS dan PAN sama sekali tidak membantahnya di media, sehingga dapat kita duga bahwa rumor yang dicetuskan Andi Arief bukan omong kosong belaka melainkan nyata!" kata Inas.
"Pasalnya juga adalah pengakuan Sandiaga Uno yang mengatakan bahwa dia sudah menghabiskan Rp1,4 triliun selama kampanye pilpres ini, lalu untuk untuk apa saja uang yang sangat besar tersebut?" imbuhnya.
Rp400 miliar sisanya diduga Inas diperuntukkan guna biaya operasional kampanye, mulai untuk Gerindra, biaya pengerahan massa dan uang transportasi.
"Sandiaga Uno mempunyai jiwa gambler alias penjudi sehingga dia berani membelanjakan uang-nya yang sangat besar tersebut untuk kepentingan pilpres, dengan perhitungan jika Prabowo-Sandi terpilih maka angka Rp1,4 triliun tersebut akan sangat mudah memperoleh gantinya melalui proyek-proyek pemerintahan, maupun pemanfaatan sumber daya alam Indonesia, tapi apabila gagal, maka dia akan sangat mudah juga mengambil alih Gerindra dari tangan Prabowo Subianto, karena kader-kader Gerindra menjadi melek mata, bahwa Prabowo sudah loyo dan tidak lagi mampu lagi membiayai partai," tutup Inas.
Menanggapi pengakuan tersebut, Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon Jokowi-Ma'ruf Amin, Inas N Zubir pun mempertanyakan nominal tersebut. Menurut dia, pastinya masyarakat bertanya-tanya untuk apa saja uang sebesar itu digunakan.
Inas pun menduga jika nominal yang diakui Sandi termasuk juga untuk mahar kepada dua partai pendukung Prabowo-Sandi, PKS dan PAN. Kedua partai itu diduga masing-masing menerima Rp500 miliar.
Ketua Fraksi Hanura ini merujuk pada ucapan mantan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief beberapa saat sebelum peresmian Prabowo-Sandi sebagai kontestan Pilpres 2019.
"Kemudian baik PKS dan PAN sama sekali tidak membantahnya di media, sehingga dapat kita duga bahwa rumor yang dicetuskan Andi Arief bukan omong kosong belaka melainkan nyata!" kata Inas.
"Pasalnya juga adalah pengakuan Sandiaga Uno yang mengatakan bahwa dia sudah menghabiskan Rp1,4 triliun selama kampanye pilpres ini, lalu untuk untuk apa saja uang yang sangat besar tersebut?" imbuhnya.
Rp400 miliar sisanya diduga Inas diperuntukkan guna biaya operasional kampanye, mulai untuk Gerindra, biaya pengerahan massa dan uang transportasi.
"Sandiaga Uno mempunyai jiwa gambler alias penjudi sehingga dia berani membelanjakan uang-nya yang sangat besar tersebut untuk kepentingan pilpres, dengan perhitungan jika Prabowo-Sandi terpilih maka angka Rp1,4 triliun tersebut akan sangat mudah memperoleh gantinya melalui proyek-proyek pemerintahan, maupun pemanfaatan sumber daya alam Indonesia, tapi apabila gagal, maka dia akan sangat mudah juga mengambil alih Gerindra dari tangan Prabowo Subianto, karena kader-kader Gerindra menjadi melek mata, bahwa Prabowo sudah loyo dan tidak lagi mampu lagi membiayai partai," tutup Inas.
(kri)