Masih Bermasalah, Program OKE OCE Belum Layak Jadi Program Nasional

Kamis, 21 Maret 2019 - 22:17 WIB
Masih Bermasalah, Program...
Masih Bermasalah, Program OKE OCE Belum Layak Jadi Program Nasional
A A A
JAKARTA - Program one kecamatan, one center for entrepreneurship (OKE OCE) yang digagas Cawapres 02 Sandiaga Uno dinilai belum tepat kalau diterapkan secara nasional. Alasannya, implementasi program ini dilapangan masih banyak menemui masalah.

Hal tersebut diungkapkan Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus menanggapi gagasan Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis (21/3/2019). Menurut dia, OK OCE merupakan inisiasi yang cukup baik, namun implementasinya di lapangan yang justru menimbulkan masalah.

Sejumlah permasalahan OKE OCE antara lain penggunaan tehnologi oleh masyarakat yang belum sempurna. Padahal OKE OCE mengandalkan teknologi dalam penerapannya.

Masalah seperti masih gapteknya para peserta. Semua calon peserta harus register via email, di tahap ini saja sudah banyak kendala. Banyak yang tidak bisa register. Kemudian dari segi persyaratan lain, banyak yang belum bisa memenuhi.

"Harusnya ada evaluasi dulu di level DKI, sebelum program ini dinaikkan ke level pusat," ujar Ahmad Heri melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (21/3/2019).

Bahkan, selama ini dalam mengembangkan ritel OKE OCE, Pemprov DKI Jakarta justru meminta bantuan kepada peritel lain yang sudah mapan, seperti Alfamart, untuk membantu mengurusi program itu. Oleh sebab itu, jika ingin membangun ekonomi masyarakat, Sandiaga harus memiliki program lain yang lebih baik dan realistis, ketimbang hanya mengusung OK OCE.‎

Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie, menilai sangat janggal jika program itu justru akan dibawa ke tingkat nasional.

“Sudah jelas, itu program gagal, jadi tak layak juga dibawa ke level nasional. Secara eksistensi keberadaan program ini tak membuahkan hasil, substansinya agak kabur, dan esensinya tak terarah karena tak terkonsep,” kata Jerry di Jakarta.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved