UNDP dan Uni Eropa Luncurkan Program Pencegahan Terorisme di Indonesia

Jum'at, 15 Maret 2019 - 20:18 WIB
UNDP dan Uni Eropa Luncurkan...
UNDP dan Uni Eropa Luncurkan Program Pencegahan Terorisme di Indonesia
A A A
JAKARTA - Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) bekerja sama dengan Uni Eropa meluncurkan program inisiatif untuk mencegah berkembangnya ekstrimisme kekerasan di Indonesia. Salah satu fokusnya adalah mengampanyekan toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman.

Proyek yang disebut PROTECT ini akan bekerja pada tiga bidang utama. Pertama, melakukan penelitian tentang pencegahan kekerasan ekstrimisme dan radikalisme di Indonesia dan kawasan. Kedua, terlibat dalam kebijakan pemerintah untuk mendukung rencana aksi nasional tentang pencegahan kekerasan ekstrimisme. Ketiga, melibatkan pemuda dalam kampanye toleransi dan penghargaan terhadap keragaman.

UNDP sebagai pelaksana proyek yang dibiayai Uni Eropa ini akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. Di antaranya Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta kelompok masyarakat sipil.

"Indonesia dan Uni Eropa menghadapi momok ekstremisme yang sama, tantangan yang sama untuk lebih memahami pemicu radikalisasi, khususnya di kalangan pemuda. Cara meresponsnya melalui kebijakan pencegahan, deradikalisasi, dan penegakkan hukum yang tegas dengan tetap menghormati hak asasi manusia. Proyek ini adalah bagian dari kerja sama di bidang keamanan antara Indonesia dan Uni Eropa," kata Duta Besar Uni Eropa Vincent Guerend dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews, Jumat (15/3/2019).

Proyek PROTECT yang telah diluncurkan di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Kamis (14/3/2019) ini, akan berkolaborasi dengan proyek UNDP lainnya tentang kekerasan ekstremisme, CONVEY, yang lebih menekankan pada peningkatan toleransi melalui pendidikan agama dan pemberdayaan pemuda.

"Ekstremisme kekerasan mengancam perdamaian dan kemakmuran. Ini dapat menghancurkan komunitas dan membalikkan kemajuan pembangunan. Seperti yang telah kita lihat dalam beberapa tahun terakhir, Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tidak kebal terhadap ancaman itu. Oleh karena itu proyek baru ini akan mendukung respons nasional untuk melawan ancaman yang ada dan mencegah ekstremisme kekerasan di negara ini," kata UNDP Resident Representative, Christophe Bahuet.
(amm)
Berita Terkait
BNPT Susun Strategi...
BNPT Susun Strategi Realisasi Tindak Lanjut PP Kompensasi Korban Terorisme
Jabat Kepala BNPT, Ini...
Jabat Kepala BNPT, Ini Tantangan Bagi Boy Rafli Amar
BNPT dan CUTA Belgia...
BNPT dan CUTA Belgia Teken MoU Penanggulangan Terorisme
Deklarasi Kesiapsiagaan...
Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional Dalam Rangka Penanggulangan Terorisme
BNPT Beberkan 5 Langkah...
BNPT Beberkan 5 Langkah Memutus Pendanaan Teror Berkedok Lembaga Amal
Mendekap Para Korban...
Mendekap Para Korban Terorisme Seutuhnya
Berita Terkini
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved