KPU Terus Bentengi Sistem IT agar Aman Tak Diretas

Rabu, 13 Maret 2019 - 21:54 WIB
KPU Terus Bentengi Sistem...
KPU Terus Bentengi Sistem IT agar Aman Tak Diretas
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan seringkali mendapatkan serangan (hacker) terhadap sistem IT lembaganya. Namun pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dan menangkal upaya peretasan tersebut.

Ketua KPU Arief BUdiman menyatakan serangan peratasan kerap datang dengan identitas dari dalam maupun luar negeri. Bermacam bentuk upaya peretasan dilakukan.

"Kalau nyerang ke web kita itu memang ada terus dan itu bisa datang dari mana-mana. IP Address negara yang terdeteksi tidak berarti negara asal pelaku. Misal, pelaku dari dalam negeri bisa menggunakan IP Address luar negeri," ucap Arief Budiman, di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

(Baca juga: Akui Sistem IT Diretas, KPU Jamin Tak Ganggu Tahapan Pemilu)

Menurutnya, salah satu serangan yang dilancarkan adalah deface. Serta ada bentuk serangan lain yang ia tidak mau mengungkap. KPU memastikan serangan tersebut masih bisa ditangani. Arief menjamin serangan ini tidak memengaruhi signifikan Pemilu 2019.

"KPU menjaga sistem kita, aman, orang mau nyerang kan datang terus, tapi kita berupaya membentengi supaya tetap aman. Ya meski ada yang nyerang setop dulu bentar, tapi semua bisa digunakan," tegasnya.

Sekalipun sistem IT KPU terkena serangan hacker, Arief memastikan hal itu tak akan bisa mengubah hasil Pemilu 2019. Rekapitulasi suara dilakukan dengan cara manual. Sehingga, bagaimanapun kerusakan sistem IT KPU, hal itu tak bisa mengubah hasil pemilu 17 April nanti.

"Penghitungan suara itu yang ditetapkan itu adalah yang hasil direkap secara berjenjang dan manual melalui berita acara itu. Jadi andaikan sistem diserang, KPU nyatakan enggak pakai itu, itu enggak papa pemilunya kan pemilu berdasarkan ketentuan UU hasil rekap manual melalui berita acara itulah yang dipakai KPU," jelasnya.

Begitupun dengan Komisioner KPU Viryan Aziz yang menyatakan pihaknya akan menggandeng aparat penegak hukum baik itu Polri untuk melacak keberadaan peretas atau hacker yang menyerang pusat data KP.

"Itu jalan terus dan setiap ada serangan siber kita selalu koordinasi dengan Mabes Polri dalam hal ini cyber crime. Kita harapkan mereka bisa ungkap dan itu terbukti bisa ditangkap," ucapnya.

Serangan hacker tentu saja berkaitan dengan era globalisasi di mana tekonologi semakin berkembang. KPU juga akan terus melakukan pencegahan terhadap serangan para hacker ini.

"Kami berupaya meminimalisir potensi tersebut yang kami lakukan adalah bekerja sebaik mungkin sehingga misalnya ada seorang hacker kesel dengan KPU, itu bisa gak jadi," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
KPU: Honor Anggota KPPS...
KPU: Honor Anggota KPPS Pemilu 2024 Naik Dua Kali Lipat
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Mantan Angggota KPU...
Mantan Angggota KPU Sebut MK Belokkan Keputusan yang Sudah Lurus
Berita Terkini
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved