Anak Rawan Jadi Korban Kejahatan Media Sosial

Senin, 11 Maret 2019 - 11:24 WIB
Anak Rawan Jadi Korban...
Anak Rawan Jadi Korban Kejahatan Media Sosial
A A A
JAKARTA - Semakin viralnya penggunaan media sosial membuat kasus kejahatan semakin marak, terutama terhadap anak. Anak sering kali menjadi korban kasus kekerasan dan eksploitasi seksual lewat media sosial karena berlebihan mengakses internet.

Masalah ini terjadi tidak jauh dari kehidupan sosial anak, baik di lingkungan rumah atau keluarga, pergaulan, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, atau di mana pun selama akses internet dapat dilakukan. Bahkan, ironisnya, pelakunya merupakan orang terdekat seperti teman dan keluarga.

“Di era digital seperti saat ini, internet telah menjadi bagian penting dalam kehidupan anak di Indonesia. Dari catatan, ada sekitar 75% anak berusia 10–12 tahun telah menggunakan ponsel dan memiliki media sosial. Sementara anak yang terlahir di atas tahun 2000 sudah terpapar teknologi sejak lahir atau dikenal dengan digital native,” ungkap Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar saat memberikan sambutan pada acara #GenZBerkreasi: Internet Asyik Bareng Generasi Z di Jakarta kemarin.

Nahar mengungkapkan, berdasarkan data Bareskrim Mabes Polri, pada 2016 hingga Februari 2018, terjadi 1.127 kasus eksploitasi seksual anak. Sementara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan hingga 2018 tercatat 1.809 kasus eksploitasi anak melalui media sosial. Dari data-data yang telah ada itu, maka perlu adanya perlindungan khusus bagi anak di internet.

“Karena internet dan media sosial merupakan gerbang masuknya anak menjadi korban eksploitasi seksual. Internet membawa banyak dampak positif pada anak, seperti untuk edukasi, hiburan, kreativitas, dan sebagainya. Tapi tidak dapat dipungkiri terdapat resiko dampak negatif internet pada anak. Anak bisa menjadi sasaran cyberbullying, radikalisme, incaran para predator pedofil dan pelanggaran privasi hingga pengaruh konten yang tidak pantas,” tandasnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia Dini Widiastuti mengatakan, seharusnya dunia maya bisa memberikan ruang bagi anak untuk bersuara agar mereka benar-benar didengar oleh para pembuat kebijakan. “Kami menekankan bahwa yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia adalah dukungan dan perlindungan dari berbagai pihak terhadap segala risiko dan ancaman yang dapat menimpa mereka baik di dunia nyata maupun di dunia maya,” tandasnya.

Menurut Dini, kekerasan terhadap anak pemicunya adalah penggunaan media sosial yang tidak sehat. Akses porno yang semakin mudah, tidak ada batasan anak-anak melihat video porno, bahkan banyak kasus di mana para anak hingga remaja diperkosa karena kenalan melalui media sosial. “Maka itu, kita harus memutus rantai itu dengan memberikan pendampingan kepada anak,” tandasnya. (Binti Mufarida)
(nfl)
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Kekerasan Anak Masih...
Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi
Berita Terkini
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Dakwaan dr Tifa dan...
Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi
Mahfud MD Ungkap Skenario...
Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Gandeng KPK, Kejagung...
Gandeng KPK, Kejagung Didukung Penuh Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah
Jelang Pelimpahan Berkas,...
Jelang Pelimpahan Berkas, Gus Yaqut: Semoga Kebenaran Terungkap
Prabowo Ingatkan Penanganan...
Prabowo Ingatkan Penanganan Sampah Tak Bisa Gunakan Cara-cara Lama
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved