Gaya Merakyat, Bikin Suara Jokowi Makin Populer

Sabtu, 09 Maret 2019 - 18:09 WIB
Gaya Merakyat, Bikin...
Gaya Merakyat, Bikin Suara Jokowi Makin Populer
A A A
TANGERANG SELATAN - Gaya merakyat dengan penampilan sederhana, menjadi ciri khas tersendiri yang dimiliki sosok Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi). Di banyak kesempatan, Jokowi lebih merasa nyaman saat berdampingan langsung dengan rakyatnya.

Gaya khasnya itu kembali ditunjukkan saat Jokowi menumpangi Kereta Rel Listrik (KRL) dari Jakarta menuju Bogor, pada Rabu 6 Maret 2019 lalu. Apa yang dilakukan Jokowi, menuai banyak pujian masyarakat luas.

Wakil Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Banten, Wawan Irawan mengatakan, apa yang ditunjukkan Jokowi selama memimpin adalah cermin dari kepribadiannya. Kesederhanaan itu, jelas Wawan, sangat berbanding terbalik dari kata pencitraan.( Baca: TKN Sebut Aksi Jokowi Naik Commuter Line Bukan Pencitraan )

"Kan masyarakat sekarang bisa mengamati langsung bagaimana masa-masa beliau memimpin Kota Solo, lalu jadi Gubernur DKI Jakarta, hingga sekarang sebagai Presiden dan Capres, semua tampil begitu adanya. Karena memang itulah kepribadian beliau. Pemimpin yang sederhana dan merakyat," kata Wawan pada Sabtu (9/3/2019).

Dilanjutkan dia, sifat dan kepribadian seperti itulah yang sangat jarang dimiliki oleh seorang pemimpin. Sehingga kecintaan masyarakat terhadap Jokowi terus mengalami peningkatan, ditambah lagi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sangat menopang sendi kehidupan rakyat kecil.

"Tak hanya sederhana dan merakyat, tapi beliau juga mewujudkan keberpihakan kepada wong cilik melalui program-programnya. Kami pikir kalau ada yang bilang itu pencitraan, ya biarkan saja. Kan itu sebenarnya sedang menunjukkan jika kubu sebelah ini linglung, mereka bingung harus dengan cara apa lagi mengejar suara Pak Jokowi yang makin populer," ujarnya.

Wawan menuturkan, program-program baru Jokowi yang ditujukan guna menopang kesejahteraan masyarakat antara lain, Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu Pra-Kerja. Ketiga program baru itu merupakan upaya untuk menstimulasi atau memacu produktivitas masyarakat agar semakin tinggi, terutama pada bidang pendidikan.

Dengan demikian, Indonesia bisa menjadi negara maju dan produktif dengan SDM yang berkualitas. Belum lagi banyak program sosial lainnya yang sudah berjalan di tanah air, termasuk yang kini turut dirasakan masyarakat Banten, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) serta menambah jumlah penerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
(whb)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved