Di Hadapan Warga Cilacap, Ma'ruf Kenalkan Konsep Santri Gus Iwan
Sabtu, 02 Maret 2019 - 12:19 WIB
Di Hadapan Warga Cilacap, Ma'ruf Kenalkan Konsep Santri Gus Iwan
A
A
A
CILACAP - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin terus mendorong kalangan santri agar berkiprah di bidang usaha. Salah satunya, Kiai Ma'ruf mengenalkan konsep Gus Iwan.
Hal tersebut disampaikan Kiai Ma'ruf di hadapan ribuan warga Cilacap dalam Mujahadah Kubro, di Ponpes Salafiah Diponegoro, Cilacap, Jumat 1 Maret 2019.
Santri Gus Iwan yang dimaksud Kiai Ma'ruf merupakan singkatan dari santri bagus, pintar ngaji dan usahawan. Menurutnya, konsep Gus Iwan dapat dimaksimalkan kalangan santri dalam menghadapi revolusi Industri 4.0.
Menurut Kiai Ma'ruf, konsep tersebut bisa diterapkan karena pemerintahan Jokowi telah menyiapkan landasan dasarnya dengan program Badan Layanan Kerja (BLK) dan pelatihan vokasi.
"Gus Iwan itu dalam konsep pemberdayaan umat di kalangan santri gimana itu membangun santripreuner, membangun di ponpes BLK-BLK, pendidikan vokasi. Itu dalam rangka bangun santripreuner," kata Ma'ruf dalam Tausiyahnya.
(Baca juga: Di Depan Jokowi, Rommy Jelaskan Pentingnya Membangun Keluarga)
Mustasyar PBNU itu menilai keberpihakan terhadap pengembangan santri amat diperlukan. Sebab ia dan Jokowi berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia bila nanti terpilih. "Jadi santri-santri yang bisa usaha dan ngaji ingin kita bangun," ucapnya.
Saat ini, menurut dia, pemerintahan Jokowi mulai merealisasikan santripreuner secara bertahap. Salah satunya lewat program Bank Wakaf Mikro (BWM) sejak tahun lalu.
"Sekarang sudah mulai lewat bank wakaf mikro, kemitraan, redistribusi aset. Ke depan akan kita perbesar," tandasnya.
Hal tersebut disampaikan Kiai Ma'ruf di hadapan ribuan warga Cilacap dalam Mujahadah Kubro, di Ponpes Salafiah Diponegoro, Cilacap, Jumat 1 Maret 2019.
Santri Gus Iwan yang dimaksud Kiai Ma'ruf merupakan singkatan dari santri bagus, pintar ngaji dan usahawan. Menurutnya, konsep Gus Iwan dapat dimaksimalkan kalangan santri dalam menghadapi revolusi Industri 4.0.
Menurut Kiai Ma'ruf, konsep tersebut bisa diterapkan karena pemerintahan Jokowi telah menyiapkan landasan dasarnya dengan program Badan Layanan Kerja (BLK) dan pelatihan vokasi.
"Gus Iwan itu dalam konsep pemberdayaan umat di kalangan santri gimana itu membangun santripreuner, membangun di ponpes BLK-BLK, pendidikan vokasi. Itu dalam rangka bangun santripreuner," kata Ma'ruf dalam Tausiyahnya.
(Baca juga: Di Depan Jokowi, Rommy Jelaskan Pentingnya Membangun Keluarga)
Mustasyar PBNU itu menilai keberpihakan terhadap pengembangan santri amat diperlukan. Sebab ia dan Jokowi berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia bila nanti terpilih. "Jadi santri-santri yang bisa usaha dan ngaji ingin kita bangun," ucapnya.
Saat ini, menurut dia, pemerintahan Jokowi mulai merealisasikan santripreuner secara bertahap. Salah satunya lewat program Bank Wakaf Mikro (BWM) sejak tahun lalu.
"Sekarang sudah mulai lewat bank wakaf mikro, kemitraan, redistribusi aset. Ke depan akan kita perbesar," tandasnya.
(maf)