Istilah ‘Perang Total’ Tunjukkan Kubu Petahana dalam Keadaan Tertekan

Kamis, 28 Februari 2019 - 16:07 WIB
Istilah ‘Perang Total’...
Istilah ‘Perang Total’ Tunjukkan Kubu Petahana dalam Keadaan Tertekan
A A A
JAKARTA - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean menilai, istilah ‘perang total’ yang dilontarkan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Marif Amin, Moeldoko menunjukkan bahwa kubu petahana dalam kondisi tertekan.

“Pernyataan perang total itu merupakan bentuk pernyataan dari pihak yang sadar dirinya kalah dan tertekan. Pilihan satu satunya adalah perang total hingga mati karena jalan mundur tidak ada,” kata Ferdinand di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Politikus Demokrat ini mengartikan istilah ‘perang total’ Moledoko menunjukan kubu pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 akan menghalalkan segala cara demi meraih kemenangan.

“Menghalalkan segala cara yang penting bisa keluar dari kekalahan. Upaya terakhir menyelematkan diri meski kita tahu itu tidak akan berhasil,” terangnya.

Ferdinand juga berpendapat, pernyataan Moeldoko tersebut bermuatan provokatif yang malah membuat masyarakat bawah berkonflik.

“Dampak dari pernyataan ini bisa membuat gesekan dan konflik dibawah akan semakin besar potensinya terjadi,” tukasnya.

Di sisi lain, Ferdinand mempertanyakan posisi Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan yang mengeluarkan pernyataan semacam itu. Dia seharusnya bisa membedakan posisinya sebagai tim pemenangan capres dan pejabat negara.

“Pernyataan Moeldoko tersebut adalah pernyataan yang tidak bisa membedakan posisinya sebagai Pejabat Negara atau Tim Sukses. Moeldoko Terlalu banyak bicara tentang politik Pilpres sementara jabatannya adalah pejabat negara seringkat menteri. Ini tidak baik,” sesalnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon mengkritik istilah perang total yang diucapkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Dia menyebut bahwa istilah itu justru diciptakan oleh salah satu tokoh terkemuka dalam Perang Dunia II.

"Istilah itu dimulai oleh Joseph Goebbels, tangan kanan Hitler dari Partai Nazi," kata Fadli.

Fadli menuturkan, dalam kampanye perang pada 1943, Jerman hampir kalah. Lalu muncullah istilah perang total tersebut sebagai bagian dari propaganda dan usaha mengeluarkan seluruh daya upaya, apapun yang tersisa dari kekuatan Partai Nazi.

“Jerman sudah hampir kalah oleh sekutu. Keluarlah istilah perang total," kata Fadli.

Menurutnya, pernyataan perang total dari Moeldoko tidak bisa dipisahkan dari muatan politk. Apalagi yang mengucapkan adalah seorang jenderal purnawirawan.

"Kata, istilah yang mungkin kurang tepat, kecuali mungkin sudah kepepet. Jerman mau kalah, dia menggunakan segala sumber daya. Apakah keadaan 01 sudah sangat kepepet sehingga menyatakan perang total?" sentil Fadli.
(pur)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral IndonesiaJerman
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Mengapa Ekonomi Solid,...
Mengapa Ekonomi Solid, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved