Tim Ma'ruf Amin Ajak Masyarakat untuk Terus Lawan Hoaks

Rabu, 27 Februari 2019 - 09:15 WIB
Tim Maruf Amin Ajak...
Tim Ma'ruf Amin Ajak Masyarakat untuk Terus Lawan Hoaks
A A A
JAKARTA - Hoaks masih jadi masalah bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Pasalnya, dua bulan sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 penyebaran hoaks semakin marak.

Seperti video yang viral di media sosial, tiga orang emak-emak door to door untuk menyebar hoaks. Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA, Ahmad Syauqi yang juga putra cawapres KH Ma'ruf Amin mengajak masyarakat melawan penyebaran hoaks seperti itu.

"Penyebaran hoaks sudah tidak lagi di medsos. Tapi sudah dilakukan secara door to door. Kondisi ini tentu semakin mengkhawatirkan," ucao Ahmad Syauqi saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) KH Mustofa, Cirendang, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (27/2/2019).

Memang, Gus Oqi-panggilan Ahmad Syauqi-getol mengampanyekan anti hoaks. Ya, sebelumnya putra kelima Kiai Ma’ruf ini juga meluncurkan Gerakan Nasional Indonesia Tolak Hoaks (Ganas ITH).

"Penyebaran hoaks ini akan kami lawan dengan Ganas ITH," akunya.

(Baca juga: Tangkal Hoaks dan Fitnah, Alasan Lain Ma'ruf Amin Safari di Jabar)

Gagasan Gus Oqi itu disambut antusias dari para kiai kampung dan ustadz yang berkumpul di Ponpes KH Mustofa. Bahkan para kiai siap menggerakkan para santrinya untuk melakukan door to door.

"Gerakan ini sebagai perlawanan dari gerakan penyebaran hoaks," kata KH Mustofa.

Gus Oqi bertandang ke kediaman Ponpes pimpinan KH Mustofa didampingi calon legislatif (caleg) Provinsi Jawa Barat, Yosep Yusdiana. Caleg dari Partai Nasdem itu mengungkapkan, gerakan penyebaran hoaks khususnya di Jawa Barat memang sudah mulai massif.

"Video tiga orang emak-emak yang viral di medsos itu orang Jawa Barat. Dan lokasinya juga di Jawa Barat. Mereka sudah door to door," ujarnya.

Karena itu, Yosep sepakat jika gerakan menyebar hoaks secara door to door itu harus dilawan. Caranya? Kata Yosep, juga harus melakukan door to door.

"Kita punya banyak relawan, santri yang bisa menjadi mesin melawan mereka. Relawan dan santri tinggal mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita yang disampaikan. Seperti pesan Kiai Ma’ruf, setiap berita harus diteliti, kalau bisa tabayun agar menemukan kebenarannya," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Hoaks Marak Akibat Kesenjangan...
Hoaks Marak Akibat Kesenjangan Ekspektasi Publik dan Ketersediaan Informasi
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Beberkan...
Ma'ruf Amin Beberkan Kunci Harmonis dengan Jokowi
Berita Terkini
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved