KPI dan BPS Jalin Kerja Sama Riset Kepemirsaan

Kamis, 21 Februari 2019 - 16:56 WIB
KPI dan BPS Jalin Kerja...
KPI dan BPS Jalin Kerja Sama Riset Kepemirsaan
A A A
JAKARTA - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) sepakat menjalin kerja sama mengenai riset kepemirsaan.

Bagi KPI, kerja sama dengan BPS menjadi hal penting apalagi di era digital. Data BPS diperlukan untuk mendukung proses membuat kebijakan.

"Relevansi dalam hal ini KPI dan BPS dapat menjalin hubungan yang baik dan bersinergi. BPS sendiri yang telah mendapat reputasi yang baik di dunia Internasional dan sudah diakui sebagai lembaga yang valid dalam penyajian data agar mensuplai KPI dalam urusan data-data khususnya di dunia penyiaran," kata Ketua KPI Yuliandre Darwis dalam keterangan tertulis, Rabu (21/2/2019).

Melalui kerja sama dengan BPS, kata dia, KPI dapat membuat sebuah pemetaan permasalahan penyiaran secara gamblang.

"Saya mencontohkan di Indonesia ternyata banyak menonton siaran berformat apa misalnya, maka KPI bisa fokuskan pembinaan kepada siaran yang paling banyak ditonton oleh masyarakat. Jika tidak punya hal seperti ini maka kebijakan yang dilakukan tidak terarah," tuturnya.

Dukungan data BPS membantu KPI dalam memiliki data valid tentang jumlah masyarakat yang menyaksikan televisi.

"Di era milenial yang akrab dengan dunia digital, maka saat ini data peresentase orang yang menonton televisi dan orang yang menonton via gadget sangat dibutuhkan oleh KPI," ujarnya.

Sebaliknya, kata dia, BPS dalam setiap sensus dan survei memasukan unsur penyiaran. Dengan demikian, data BPS dapat digunakan sebagai rujukan oleh KPI.

"Kerja sama ini diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak. KPI membantu BPS agar sensus yang dilakukan tersosialisasi oleh masyrarakat. Sebaliknya KPI membutuhkan data pemirsa televisi dan radio. Ini juga merupakan bagian dari pemetaan dari persolan oleh karena itu mou ini akan membuat KPI semakin berkembang dan semkin terarah dalam membuat kebijakan," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Kapolda Papua Barat...
Kapolda Papua Barat Ingatkan Pentingnya Eksistensi Budaya Lokal di Era Disrupsi
KPI Sebut Jeda Pembahasan...
KPI Sebut Jeda Pembahasan RUU Penyiaran Pupuskan Harapan Masyarakat Penyiaran
Anugerah KPI 2023, Ratusan...
Anugerah KPI 2023, Ratusan Program TV dan Radio Dinilai Puluhan Juri
DPR Dorong Penguatan...
DPR Dorong Penguatan Regulasi dan Fungsi Sosial Penyiaran
Penting! Ini Hasil Riset...
Penting! Ini Hasil Riset Para Pakar tentang Kualitas Tayangan Televisi di Indonesia
Anugerah KPI 2023 Angkat...
Anugerah KPI 2023 Angkat Isu Harmoni Lingkungan lewat Lembaga Penyiaran
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved