Pengamat: Debat Capres Kedua Lebih Baik dari Debat Perdana

Selasa, 19 Februari 2019 - 07:47 WIB
Pengamat: Debat Capres...
Pengamat: Debat Capres Kedua Lebih Baik dari Debat Perdana
A A A
JAKARTA - Analis Politik Exposit Strategic, Arif Susanto menilai, debat capres kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019 berlangsung lebih baik dibandingkan debat perdana. Arif menambahkan, dengan format baru, penyelenggaraan debat tampak lebih hidup.

Selain itu, kata Arif, para moderator tampil lebih luwes dan tenang, tanpa kehilangan ketegasan. Kemudian, kata dia, audiens lebih antusias, meski para pendukung harusnya lebih tertib.

"Sedangkan kedua kandidat tampil lebih lepas dan lebih argumentatif," katanya kepada SINDOnews, Selasa (19/2/2019).

Dengan tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup, Arif mengatakan, perbedaan pendekatan kedua pasang calon sesungguhnya lebih lebar ditinjau dari program yang mereka kembangkan berdasarkan visi dan misi.

"Namun, dalam debat, beberapa kali Prabowo malah menyatakan setuju dan mendukung pandangan-pandangan Jokowi," ujarnya.

Sedangkan Jokowi, menurut dia, tampil penuh percaya diri, menguasai materi, dan sempat melakukan serangan terukur kepada Prabowo.

"Sebaliknya, meski juga percaya diri, Prabowo tidak banyak mengeksplorasi program kerja dan tidak mampu mengefisienkan waktu," paparnya.

Dia berpendapat, serangan-serangan Prabowo relatif bisa dimentahkan Jokowi karena keterbatasan data, padahal tidak semua data yang dikemukakan Jokowi itu akurat.

"Panggung praktis dikuasai Jokowi, yang bukan hanya lebih artikulatif, melainkan pula terkesan meyakinkan dengan data numerik dan catatan kebijakan," imbuhnya.

Selain itu, dia menilai, Jokowi juga mampu memainkan emosi dengan cara menohok lewat serangan tajam, serta bertahan dan berkelit dari serangan lawan. "Sedangkan Prabowo, sebagai penantang, justru kurang mampu mengeksploitasi kelemahan kebijakan petahana," tuturnya.

Dia pun mengingatkan bahwa pada tahun 2014, usai debat kedua, elektabilitas Prabowo meningkat lebih tinggi dibandingkan elektabilitas Jokowi.

"Jika hasil debat berdampak terhadap elektabilitas, agaknya hal sebaliknya yang kali ini akan terjadi," imbuhnya.

Namun, kata dia, tetap saja bahwa hasil debat lebih banyak menegaskan dibandingkan mengubah preferensi pemilih."Meskipun mungkin tidak mengubah secara signifikan, hasil debat ini memberi bekal lebih lengkap bagi pemilih lebih rasional untuk menentukan pilihan mereka," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
PAN Ungkap Pernah Diveto...
PAN Ungkap Pernah Diveto Amien Rais Ketika Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Minta Debat Cawapres...
Minta Debat Cawapres Tak Didampingi Capres, Partai Perindo: Samakan Saja dengan Pilpres 2019
Berita Terkini
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved