Raih Dukungan di Indonesia Timur, Ini Sejumlah Kegiatan KH Ma'ruf
Minggu, 17 Februari 2019 - 18:08 WIB
Raih Dukungan di Indonesia Timur, Ini Sejumlah Kegiatan KH Ma'ruf
A
A
A
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) 01 KH Ma'ruf Amin terus melebarkan safari politiknya. Kyai Ma'ruf akan menjalin silaturahmi ke Sulawesi Selatan (Sulsel). Selama berada di Sulsel, Kiai Ma'ruf akan mengunjungi dua kabupaten/kota.
Penguatan suara dukunga terus dilakukan Kiai Ma'ruf. Kali ini zona yang dituju Kota Makassar dan Kabupaten Takalah, Sulsel. Kiai Ma'ruf rencananya terbang ke Bumi Anging Mammiri pada Rabu 20 Februari 2019.
Sesampainya di Makassar, Kiai Ma’ruf akan mengambil start safari politiknya dari Kabupaten Takalar. Wakil Bupati Takalar Ahmad Dg Se’re mengatakan, penyambutan khusus sudah disiapkan.
"Pak Kiai akan berkunjung ke Takalar dalam waktu dekat ini. Untuk itu, kami sudah menyiapkan acara penyambutan khusus. Semoga Pak Kiai dan rombongan berkenan," ungkap Ahmad.
Agenda padat sudah menunggu Kyai Ma’ruf selama berada di Takalar. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif bertatap muka dengan masyarakat Takalar secara langsung. Selain statement politik, ada juga kegiatan dialog terbuka.
Dialog ini akan diikuti oleh berbagai latar belakang masyarakat Takalar. Lalu, Kiai Ma'ruf juga akan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Asafa Takalar.
"Agenda Pak Kiai di Takalar sangat padat. Rencananya ada dialog kebangsaan hingga kunjungan ke pondok pesantren," terangnya lagi.
Lebih menarik, apresiasi juga akan diberikan masyarakat Takalar kepada Kyai Ma’ruf. Rencananya, Kiai Ma'ruf akan dianugerahi gelar adat 'Karaeng Manaba'. Gelar ini berasal dari Kerajaan Karaeng Gelesong.
Ahmad pun menambahkan, rencana pemberian gelar adat juga sudah disampaikan kepada Kyai Ma'ruf. Respons positif juga diperlihatkan Cawapres 01 tersebut.
"Kami sudah sampaikan kepada Pak Kiai terkait rencana gelar adat masyarakat Takalar. Respons Pak Kiai sangat senang. Pak Kiai malah merasa tersanjung dengan rencana pemberian gelar adat ini, apalagi dari masyarakat Takalar," lanjut Ahmad.
Usai bersilaturahmi dengan publik Takalar, Kyai Ma’ruf langsung bertolak menuju Makassar. Berada di Bumi Anging Mammiri, Kyai Ma’ruf akan mengisi forum Dialog Keagamaan dan Kebangsaan.
Forum ini akan membahas strategi dakwah Islam mensikapi bahaya hoaks dan fitnah. Agenda Dialog Keagamaan dan Kebangsaan akan digelar di Ballroom Claro Hotel, Makassar.
"Pak Kiai memang segera berkunjung ke Sulsel. Ada banyak agenda yang harus dijalankan Pak Kyai selama berada di Sulsel. Kami tentu berterima kasih dengan berbagai sambutan khusus yang diberikan masyarakat Sulsel. Ada pemberian gelar adat di Takalar hingga sambutan khusus juga di Makassar," kata Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA Ahmad Syauqi.
Selain kegiatan dialog, sejumlah agenda padat menunggu di Makassar. Kyai Ma’ruf sudah diagedakan berkunjung ke Graha Pena. Ada juga aktivitas ziarah ke makam Syekh Yusuf. Merunut sejarahnya, Syekh Yusuf merupakan menantu Sultan Ageng Tirtayasa.
Yaitu, kakek buyut dari Kiai Ma’ruf Amin. Gus Oqi, sapaan akrab Ahmad Syauqi, menambahkan, ziarah tetap dilakukan di sela padatnya jadwal.
"Di sela padatnya jadwal, Pak Kiai ada rencana melakukan ziarah. Hal ini juga menjadi kebiasaan dari Pak Kiai. Aktivitas ini menjadi bentuk penghormatan bagi para pendahulu," tutup Gus Oqi yang juga Putra KH Ma'ruf Amin tersebut.
Penguatan suara dukunga terus dilakukan Kiai Ma'ruf. Kali ini zona yang dituju Kota Makassar dan Kabupaten Takalah, Sulsel. Kiai Ma'ruf rencananya terbang ke Bumi Anging Mammiri pada Rabu 20 Februari 2019.
Sesampainya di Makassar, Kiai Ma’ruf akan mengambil start safari politiknya dari Kabupaten Takalar. Wakil Bupati Takalar Ahmad Dg Se’re mengatakan, penyambutan khusus sudah disiapkan.
"Pak Kiai akan berkunjung ke Takalar dalam waktu dekat ini. Untuk itu, kami sudah menyiapkan acara penyambutan khusus. Semoga Pak Kiai dan rombongan berkenan," ungkap Ahmad.
Agenda padat sudah menunggu Kyai Ma’ruf selama berada di Takalar. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif bertatap muka dengan masyarakat Takalar secara langsung. Selain statement politik, ada juga kegiatan dialog terbuka.
Dialog ini akan diikuti oleh berbagai latar belakang masyarakat Takalar. Lalu, Kiai Ma'ruf juga akan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Asafa Takalar.
"Agenda Pak Kiai di Takalar sangat padat. Rencananya ada dialog kebangsaan hingga kunjungan ke pondok pesantren," terangnya lagi.
Lebih menarik, apresiasi juga akan diberikan masyarakat Takalar kepada Kyai Ma’ruf. Rencananya, Kiai Ma'ruf akan dianugerahi gelar adat 'Karaeng Manaba'. Gelar ini berasal dari Kerajaan Karaeng Gelesong.
Ahmad pun menambahkan, rencana pemberian gelar adat juga sudah disampaikan kepada Kyai Ma'ruf. Respons positif juga diperlihatkan Cawapres 01 tersebut.
"Kami sudah sampaikan kepada Pak Kiai terkait rencana gelar adat masyarakat Takalar. Respons Pak Kiai sangat senang. Pak Kiai malah merasa tersanjung dengan rencana pemberian gelar adat ini, apalagi dari masyarakat Takalar," lanjut Ahmad.
Usai bersilaturahmi dengan publik Takalar, Kyai Ma’ruf langsung bertolak menuju Makassar. Berada di Bumi Anging Mammiri, Kyai Ma’ruf akan mengisi forum Dialog Keagamaan dan Kebangsaan.
Forum ini akan membahas strategi dakwah Islam mensikapi bahaya hoaks dan fitnah. Agenda Dialog Keagamaan dan Kebangsaan akan digelar di Ballroom Claro Hotel, Makassar.
"Pak Kiai memang segera berkunjung ke Sulsel. Ada banyak agenda yang harus dijalankan Pak Kyai selama berada di Sulsel. Kami tentu berterima kasih dengan berbagai sambutan khusus yang diberikan masyarakat Sulsel. Ada pemberian gelar adat di Takalar hingga sambutan khusus juga di Makassar," kata Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA Ahmad Syauqi.
Selain kegiatan dialog, sejumlah agenda padat menunggu di Makassar. Kyai Ma’ruf sudah diagedakan berkunjung ke Graha Pena. Ada juga aktivitas ziarah ke makam Syekh Yusuf. Merunut sejarahnya, Syekh Yusuf merupakan menantu Sultan Ageng Tirtayasa.
Yaitu, kakek buyut dari Kiai Ma’ruf Amin. Gus Oqi, sapaan akrab Ahmad Syauqi, menambahkan, ziarah tetap dilakukan di sela padatnya jadwal.
"Di sela padatnya jadwal, Pak Kiai ada rencana melakukan ziarah. Hal ini juga menjadi kebiasaan dari Pak Kiai. Aktivitas ini menjadi bentuk penghormatan bagi para pendahulu," tutup Gus Oqi yang juga Putra KH Ma'ruf Amin tersebut.
(maf)