Respons TKN Soal Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi-JK

Selasa, 12 Februari 2019 - 18:25 WIB
Respons TKN Soal Pembangunan...
Respons TKN Soal Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi-JK
A A A
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) akan melakoni debat kedua bersama Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto pada 17 Februari mendatang. Debat kedua nanti salah satunya dibahas mengenai pembangunan infrastruktur.

Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Lukman Edy mengatakan, tema infrastruktur dianggap menjadi keunggulan Capres petahana tersebut.

Menurut Lukman, setidaknya ada dua aspek untuk melihat infrastruktur yang dibangun era pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Kata dia, yang pertama aspek ekonomi, di mana pembangunan infrastruktur bukan saja dalam rangka untuk menjamin konektivitas penduduk dan barang namun juga berdampak ekonomi yang luas.

Antara lain, menjamin pertumbuhan ekonomi, menjamin penyerapan tenaga kerja, menjamin tumbuhnya dunia usaha, menjamin terjadinya transfer teknologi, dan berimplikasi juga terhadap pengentasan kemiskinan.

"Kedua Aspek Legacy, dimana masyarakat bukan saja dalam negeri tetapi juga luar negeri melihat kemajuan suatu negara dilihat dari penyediaan infrastrukturnya layak atau tidak. Aspek ini penting, untuk meningkatkan daya saing Indonesia ditengah pergaulan global," kata Lukman kepada wartawan, Selasa (12/2/2019).

Lukman menilai, soal perencanaan yang menjadi sorotan, pada dasarnya 4 tahun pemerintahan Jokowi adalah menjalankan perencanaan yang sudah disusun oleh pemerintahan sebelumnya.

Dia menyebut, menjalankan perencanaan dan pondasi yang sudah dibuat oleh pemerintahan sebelumnya penting untuk menjamin suistenable pembangunan.

"Kelebihan Pak Jokowi adalah fokus menyelesaikan pekerjaan, tidak ragu dan tidak pernah menunda pekerjaan, sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat sekarang ini. Jokowi tidak peduli dengan dinamika politik, bagi beliau bekerja serius, fokus dan menyelesaikan semua PR bangsa dan negara ini," ujarnya.

(Baca juga: Debat Kedua, BPN Pastikan Prabowo Tak Akan Serang Jokowi)

Lukman menganggap, jika kubu paslon 02 menyoroti soal perencanaan, berarti mereka belum memahami sistem perencanaan pembangunan bangsa ini.

Itulah sebabnya butuh calon pemimpin yang berpengalaman mengelola pemerintahan, sehingga ketika menjadi pemimpin bisa melanjutkan kemajuan bangsa.

"Pembangunan harus berlanjut, menuju Indonesia Maju, bukan bongkar pasang yang menyebabkan kita mundur lagi 15 tahun ke belakang," tambahnya.

Adapun terkait keterlibatan BUMN dalam membangun infrastruktur, Lukman menjelaskan bahwa memang ada dasarnya membangun infrastruktur dapat dibiayai dari berbagai sumber pembiayaan antara lain melalui APBN/APBD, Investasi dalam negeri dan invesatsi luar negeri.
(maf)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Polri Gandeng FBI Cek...
Polri Gandeng FBI Cek Dolar yang Disita dari Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
Kejagung Tegaskan Febrie...
Kejagung Tegaskan Febrie Adriansyah Tidak ke Luar Negeri
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
RUU Perampasan Aset,...
RUU Perampasan Aset, Batas Kewenangan Aparat Penegak Hukum Jadi Poin Krusial
KY Gandeng PPATK Telusuri...
KY Gandeng PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan Hakim
Kapolri dan Pejabat...
Kapolri dan Pejabat Utama Polri Sambangi Kejagung, Ada Apa?
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved