Kubu Jokowi Sebut Tim Prabowo-Sandi Mainkan Politik Daur Ulang

Jum'at, 01 Februari 2019 - 14:04 WIB
Kubu Jokowi Sebut Tim...
Kubu Jokowi Sebut Tim Prabowo-Sandi Mainkan Politik Daur Ulang
A A A
JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai beragam fitnah yang ditujukan kepada Jokowi merupakan politik daur ulang yang pernah terjadi pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014.

Hasto mengatakan, sama halnya dengan beredarnya foto silaturahmi Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno dengan Wakil presiden Jusuf Kalla (JK) yang diklaim secara sepihak seolah JK mendukung Prabowo-Sandi. Kesemuanya manipulatif dan praktik politik daur ulang.

"Dari isu, fitnah yang dipakai dan ditujukan ke Pak Jokowi, substansinya tidak beda jauh dengan Tabloid Obor Rakyat sebagai induk semangnya serangan fitnah. Tumpulnya fitnah yang ditujukan ke Pak Jokowi dan Kiai Ma;ruf Amin melahirkan politik daur ulang. Maka dicari-carilah dokumen digital guna membangun persepsi banyak dukungan," tutur Hasto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/2/2019).

Dia menegaskan dukungan sebenarnya adalah rakyat, bukan dukungan manipulatif sehingga JK yang menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye 01 pun diklaim memberi dukungan ke Prabowo-Sandi hanya karena sebuah foto.

Hasto menilai, apa yang dilakukan tim kampanye Prabowo-Sandi tidak akan berhasil. Jangankan menjadi presiden, menjadi calon bupati saja harus kedepankan prestasi dan rekam jejak yang baik.

Adapun rekam jejak yang baik, antara lain rekam jejak keluarga, prestasi, kinerja, visi misi dan hal lain. "Itu untuk kepala daerah, apalagi menjadi presiden. Maka tidak heran, dengan strategi menyerang dan miskin peradaban tersebut, elektabilitas Prabowo-Sandi selalu berada pada kisaran 25,4 persen sampai 34,6 persen, atau ketinggalan paling tidak 22 persen di bawah Jokowi-Maruf Amin", papar dia.

Hasto berharap agar sisa waktu kampanye dapat diisi dengan kontestasi gagasan. Menurut dia, hal-hal terkait kebijakan fiskal, energi, pangan, peningkatan SDM, akselerasi penguasaan teknologi, kebijakan industri manufaktur, program kesehatan dan road map menjadi bangsa pelopor seharusnya dapat menjadi isu yang jauh lebih menarik untuk disampaikan ke publik.

"Daripada memproduksi konten serangan negatif, ataupun politik daur ulang dengan memanipulasi dukungan tokoh," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
Bertemu Panglima TNI,...
Bertemu Panglima TNI, Kapolri Ungkap Ada yang Ingin Pecah Belah Sinergitas TNI-Polri
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Anggap Kapolri Sahabat,...
Anggap Kapolri Sahabat, Jaksa Agung: Jangan Berpikir Kami Ini Rival
Momen Salam Komando...
Momen Salam Komando Jaksa Agung dan Kapolri
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved