Madura dan Banten Dinilai Butuh Perhatian Serius Kubu Jokowi-Ma'ruf
Senin, 28 Januari 2019 - 15:38 WIB
Madura dan Banten Dinilai Butuh Perhatian Serius Kubu Jokowi-Ma'ruf
A
A
A
JAKARTA - Dalam kurun waktu sepekan kemarin Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin telah melakukan safari politik ke wilayah Banten dan Jawa Timur (Jatim). Di Jatim, pasangan Jokowi-Ma'ruf menargetkan menang hingga 70%.
"Itu bukan hal mustahil mengingat dua partai politik terbesar di Jawa Timur merupakan basis utama pendukung pasangan ini yaitu PKB dan PDIP," ujar Pengamat Politik The Habibie Center, Bawono Kumoro, Senin (28/1/2019).
Belum lagi, kata Bawono, pemilih Muslim di Jatim sebagian besar memiliki latar belakang Nahdlatul Ulama (NU) basis kultural Ma'ruf Amin. Menurutnya kedua modal politik dan modal sosial tersebut tidak dimiliki oleh pasangan calon 02. (Baca juga: Ratusan Habib di Situbondo Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf )
"Akan tetapi catatan khusus di Jawa Timur adalah Madura. Di tahun 2014 lalu Jokowi kalah di Madura dari Prabowo Subianto," katanya.
Menurutnya, keadaan ini harus bisa dibalikkan di pemilu mendatang untuk mengamankan kemenangan di Jatim secara mutlak. Bawono menganggap peran Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur terpilih sekaligus salah satu orang dekat Jokowi harus terlihat di sana.
Selain Madura di Jatim, Banten juga dianggap daerah basis Prabowo. Sehingga, kehadiran Kiai Ma'ruf sebagai putra daerah juga harus mampu membalikkan suara dalam Pilpres 2014.
Dia menambahkan, realitas Banten sebagai provinsi bukan basis kultural NU menjadi tantangan bagi pencapaian target tersebut. "Tidak mudah tapi peluang itu terbuka selama juga partai-partai pendukung di lapangan sungguh-sungguh menjalankan mesin politik mereka masing-masing," pungkasnya.
"Itu bukan hal mustahil mengingat dua partai politik terbesar di Jawa Timur merupakan basis utama pendukung pasangan ini yaitu PKB dan PDIP," ujar Pengamat Politik The Habibie Center, Bawono Kumoro, Senin (28/1/2019).
Belum lagi, kata Bawono, pemilih Muslim di Jatim sebagian besar memiliki latar belakang Nahdlatul Ulama (NU) basis kultural Ma'ruf Amin. Menurutnya kedua modal politik dan modal sosial tersebut tidak dimiliki oleh pasangan calon 02. (Baca juga: Ratusan Habib di Situbondo Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf )
"Akan tetapi catatan khusus di Jawa Timur adalah Madura. Di tahun 2014 lalu Jokowi kalah di Madura dari Prabowo Subianto," katanya.
Menurutnya, keadaan ini harus bisa dibalikkan di pemilu mendatang untuk mengamankan kemenangan di Jatim secara mutlak. Bawono menganggap peran Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur terpilih sekaligus salah satu orang dekat Jokowi harus terlihat di sana.
Selain Madura di Jatim, Banten juga dianggap daerah basis Prabowo. Sehingga, kehadiran Kiai Ma'ruf sebagai putra daerah juga harus mampu membalikkan suara dalam Pilpres 2014.
Dia menambahkan, realitas Banten sebagai provinsi bukan basis kultural NU menjadi tantangan bagi pencapaian target tersebut. "Tidak mudah tapi peluang itu terbuka selama juga partai-partai pendukung di lapangan sungguh-sungguh menjalankan mesin politik mereka masing-masing," pungkasnya.
(kri)