Kubu Jokowi Nilai Tabloid Indonesia Barokah Produk Jurnalistik

Jum'at, 25 Januari 2019 - 15:21 WIB
Kubu Jokowi Nilai Tabloid...
Kubu Jokowi Nilai Tabloid Indonesia Barokah Produk Jurnalistik
A A A
JAKARTA - Peredaran Tabloid Indonesia Barokah di sejumlah daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat mendapat tentangan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pihak pasangan capres-cawapres 02 ini telah melaporkan peredaran tabloid tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Pers. Sebab isi tabloid tersebut dianggap menyudutkan pasangan Prabowo-Sandi.

Direktur Advokasi dan Hukum TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan menegaskan Tabloid Indonesia Barokah tak ada kaitannya dengan tim pasangan capres-cawapres 01. Karena itu, pihaknya juga meminta ke BPN Prabowo untuk tidak mengkaitkan dengan tim Jokowi.

“Kami menegaskan bahwa ini tak ada kaitannya. Salah alamat jika mengkaitkan dengan TKN,” ujar Irfan Pulungan dalam rilisnya, Jumat 25/1/2019).

Lebih lanjut Irfan mengatakan pihaknya telah membaca beberapa isi dari tabloid tersebut. Menurut dia, dari konten yang beredar sebenarnya masuk produk jurnalistik. (Baca juga: Kubu Prabowo Nilai Penyebaran Tabloid Indonesia Barokah Cara Primitif )

Tabloid itu bukan berisi hoaks atau tak faktual. Ulasan tentang adanya kepentingan politik Aksi 212 dan juga ormas yang dinilai tak sesuai ideologi Pancasila merupakan isu yang lama dan sudah banyak diulas media lainnya.

“Kami menganggap itu produk jurnalistik. Jika tak setuju lapor saja ke Dewan Pers,” kata Politisi PPP ini.

Irfan menambahkan ada beberapa Panwas yang sebelumnya meneliti isi tabloid tersebut juga menganggap bukan hoaks dan sesuai produk jurnalistik. Karena itu, persoalan peredaran Tabloid Indonesia Barokah tak perlu dibesar-besarkan.

“Ya itu masyarakat yang menilai tentang isi tabloid,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Tabloid Indonesia Barokah saat ini beredar di sejumlah daerah termasuk masjid dan mushola. Tabloid tersebut membahas masalah ideologi atau ormas yang dianggap tak sesuai dengan Pancasila.
(kri)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved