PKS Janji Perjuangkan RUU Perlindungan Ulama

Minggu, 13 Januari 2019 - 19:22 WIB
PKS Janji Perjuangkan...
PKS Janji Perjuangkan RUU Perlindungan Ulama
A A A
JAKARTA - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berjanji memperjuangkan Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Ulama, Tokoh Agama dan Simbol Agama-agama pada periode 2029-2024 mendatang.
Tujuan UU tersebut untuk menjaga kehormatan, keluhuran dan kemuliaan martabat para ulama, para tokoh agama dan simbol agama-agama di Indonesia.
"Kami Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera berjanji akan akan memperjuangkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Ulama, Tokoh Agama dan Simbol Agama-agama pada periode 2029-2024 mendatang," ujar Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2018).

Dia melanjutkan, yang dimaksud perlindungan adalah keberpihakan negara dalam menjaga ulama, tokoh agama dan simbol agama-agama dari segala tindakan yang mengancam, baik fisik seperti penghadangan, pembubaran, persekusi, penghancuran dan pembakaran, maupun non fisik seperti intimidasi, penodaan, penghinaan, pelecehan dan lainnya serta jenis tindakan krimimalisasi hukum.

Sedangkan yang dimaksud ulama, kata dia, adalah tokoh umat Islam, yang mendakwahkan ajaran agama Islam yang memiliki kompetensi keilmuan agama Islam, berakhlak mulia dan menjadi panutan umat Islam dalam mempelajari tuntunan ajaran agama Islam.

"Ulama dalam hal ini juga memiliki sebutan lain seperti habib, kiai, ustaz/ah, teungku, tuan guru, ajengan dan sebutan lainnya yang memiliki makna dan kedudukan yang sama," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan politikus PKS Abdul Hakim. Abdul mengatakan, DPP PKS telah menyiapkan pelatihan untuk 30 ribu kader PKS di seluruh provinsi dan kabupaten untuk mewujudkan hal tersebut.

"DPP telah melakukan penyiapan para calegnya di seluruh provinsi, kabupaten, kota sehingga sampai sekarang ini telah mengikuti pelatihan untuk persiapan memenangi pemilu. Sekitar 30ribu yang sudah dilatih," tuturnya.

Dia memastikan PKS akan terus menerus terjun ke tengah masyarakat. Para caleg PKS pun dipastikan akan membawa aspirasi rakyat. "Terakhir workshop akan dilakukan di Kalimantan Timur, 20 Januari. Itu penutupan workshop senasional," katanya.

Mengenai RUU itu, kata dia, harus diwujudkan. "Kita tahu ada perilaku yang harus segera dikoreksi dari oknum aparat penegak hukum, yang sering kali memperlakukan para tokoh agama dengan tidak semestinya. Seharusnya mereka mendapat perlindungan karena berperan mendidik anak bangsa. Teman-teman di PKS merasa fenomena itu harus diperjuangkan," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Daftar Lengkap Susunan...
Daftar Lengkap Susunan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah PKS Periode 2025-2030
Profil Singkat 3 Kader...
Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024
Ketua Majelis Syura...
Ketua Majelis Syura PKS Periode 2025-2030 Ditentukan Pekan Ini
Anis Buka-bukaan soal...
Anis Buka-bukaan soal Misi Besar PKS
PKS Nilai Survei Kepercayaan...
PKS Nilai Survei Kepercayaan Publik ke Pemerintah Menurun Harus Jadi Alarm
Berita Terkini
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Infografis
Mematikan dan Presisi,...
Mematikan dan Presisi, Janji Israel pada Serangan Balasan ke Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved