Prabowo-Sandi Diusulkan Bentuk Dewan Nasional Penuntasan Kasus HAM

Rabu, 09 Januari 2019 - 02:09 WIB
Prabowo-Sandi Diusulkan...
Prabowo-Sandi Diusulkan Bentuk Dewan Nasional Penuntasan Kasus HAM
A A A
JAKARTA - Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diusulkan membentuk dewan nasional yang khusus untuk menuntaskan sejumlah kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu. Hal tersebut jika Prabowo-Sandiaga terpilih sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

"Kami mengusulkan dewan nasional yang khusus untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lampau ini. Supaya jangan terbawa-bawa terus, lima tahun muncul lagi ini, lalu dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan dan maksud-maksud politik," ujar Politikus Partai Demokrat Benny Kabur Harman dalam diskusi bertajuk 'Kalau Bersih Kenapa Risih' di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2019).

Sebab, Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) saat ini dianggap gagal menyelesaikan sejumlah kasus HAM masa lalu. "Sebenarnya kasus HAM masa lalu bisa diselesaikan. Apakah bisa diselesaikan? Bisa. (Tapi) Pemerintahan Presiden Jokowi gagal melakukan ini," tegas Benny.

Dia pun lantas menyinggung kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang hingga kini belum tuntas. "Kegagalan Pak Jokowi dalam hal ini adalah tidak mampu menyelesaikan, tidak mampu mengungkapkan siapa pelaku yang telah merusak fisik Novel Baswedan," paparnya.

Maka itu, Prabowo-Sandi diharapkan memiliki komitmen untuk menuntaskan sejumlah kasus HAM masa lalu jika memenangkan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 nanti. "Harapan kita adalah pemerintahan di bawah Prabowo dan Sandiaga Uno yang akan datang, punya konsep, punya skema yang lebih detail dan lebih jelas untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Komnas HAM Desak Usut...
Komnas HAM Desak Usut Tuntas Kekerasan Politik di Tahun 2019
Sandi Enggan Komentari...
Sandi Enggan Komentari 'Ndasmu Etik' Prabowo
Komnas HAM Didesak Periksa...
Komnas HAM Didesak Periksa Kembali Prabowo di Kasus Penculikan Aktivis 97-98
Mahasiswa Tantang Adu...
Mahasiswa Tantang Adu Argumen Prabowo Terkait Pelanggaran HAM
Sepanjang 2019, Komnas...
Sepanjang 2019, Komnas HAM Terima 2.757 Pengaduan Pelanggaran Hak Asasi
Berita Terkini
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
PN Jakarta Selatan Tunda...
PN Jakarta Selatan Tunda Sidang Praperadilan Roy Suryo Jilid 3 Pekan Depan
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved