Arif Budimanta: Pemerintah Membangun Kemandirian

Minggu, 30 Desember 2018 - 19:22 WIB
Arif Budimanta: Pemerintah...
Arif Budimanta: Pemerintah Membangun Kemandirian
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyampaikan bahwa sejumlah kebijakan di bidang ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah hingga tahun 2018 mengarah pada pemerataan dan upaya meningkatkan kesejahteraan.
Hal itu, antara lain, dapat dilihat melalui kebijakan yang sudah berjalan reforma agraria dan upaya pemerintah membangun dari pinggiran. “Kebijakan yang sudah berjalan, secara fundamental seharusnya menjari arah dalam kebijakan tahun depan (2019) dan selanjutnya,” papar Arif Budimanta, saat menjadi pembicara pada acara “Refleksi Akhir Tahun 2018: Memperteguh Komitmen Kebangsaan di Tahun Politik 2018” di Jakarta, Minggu (30/12/2018).
Dia menguraikan, pada realisasi program reforma agraria, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendistribusikan lebih dari 3 juta bidang lahan. Sedangkan lahan yang dilegalisasi hampir 700 ribu hektar.
Kebijakan ini, katanya, merupakan upaya pemerintah dalam menciptakan kemandirian bagi rakyat melalui distribusi aset berupa lahan. Dengan begitu, makin banyak rakyat yang memiliki akses terhadap aset produktif, yang dapat dimanfaatkan untuk menopang kehidupannya.

Bahkan tak berhenti di situ, pemerintah juga mempermudah rakyat terhadap akses permodalan melalui kebijakan kredit usaha rakyat (KUR). Dengan suku bunga 7 persen per tahun, Arif Budimanta menilai akan sangat membantu usaha mikro dan kecil, yang selama ini kesulitan mengakses modal melalui institusi perbankan.

“Ditambah lagi dengan keringanan pajak penghasilan yang menjadi 0,5 persen, ini merupakan sikap kebangsaan yang patut dilanjutkan agar rakyat makin mandiri dengan sokongan pemerintah,” ungkapnya.

Terkait dengan kebijakan membangun dari pinggiran, Arif memaparkan bahwa pembangunan infrastruktur dalam jangka menengah dan panjang akan sangat membantu terciptanya pusat-pusat ekonomi baru. Hal itu membuat peluang pertumbuhan ekonomi wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa akan semakin besar, sehingga usaha rakyat di daerah berpotensi ikut terangkat.

Apalagi, lanjutnya, pemerintah juga terus meningkatkan pembangunan di perdesaan dengan peningkatan alokasi anggaran. Pada 2019 dana desa mencapai Rp73 triliun, jauh lebih besar dibandingkan dengan tahun ini yang Rp60 triliun. Bada usaha milik desa yang dikelola oleh masyarakat di perdesaan seharusnya sangat terbantu dengan dukungan tersebut.

“Bahkan upaya pemerintah membangun wilayah-wilayah terluar Indonesia juga merupakan upaya membangun dari pinggiran yang pada ujungnya ingin menciptakan kemandirian rakyat,” ujarnya.

Dukungan yang juga diberikan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan rakyat, lanjut Arif adalah kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga. “Tentu ini sangat membantu, sehingga biaya transportasi dan distribusi di daerah-daerah jadi lebih murah dan terjangkau. Ini bukti pemerintah hadir di tengah upaya peningkatan kemandirian rakyat,” katanya.
(pur)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Lantik...
Presiden Jokowi Lantik 4 Pejabat Negara
Isu Reshuffle Kian Santer,...
Isu Reshuffle Kian Santer, Nama-nama Ini Bakal Masuk Kabinet?
Kecewa Kinerja Menterinya,...
Kecewa Kinerja Menterinya, Resuffle Jadi Pilihan Dilematis Jokowi
Ucapan Jokowi Dinilai...
Ucapan Jokowi Dinilai Keras, Seolah Berkata 'Yang Enggak Beres, Ganti'
Ketegasan Jokowi Dibutuhkan...
Ketegasan Jokowi Dibutuhkan untuk Reshuffle Tanpa Gangguan Parpol
Analis Politik ke Jokowi:...
Analis Politik ke Jokowi: Tak Cukup Menegur, jika Perlu Reshuffle Menteri
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Untuk Membangun Kembali...
Untuk Membangun Kembali Kota Gaza, Palestina Butuh Rp868 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved