Rommy Tuding Prabowo Gunakan Strategi Semprotan Kebohongan
Selasa, 18 Desember 2018 - 11:44 WIB
Rommy Tuding Prabowo Gunakan Strategi Semprotan Kebohongan
A
A
A
JAKARTA - Kubu calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali mengomentari pernyataan Prabowo Subianto.Kali ini yang disikapi adalah pernyataan Prabowo yang menyebut Indonesia akan punah jika kubunya kalah dalam Pemilu 2019.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menganggap pidato calon presiden nomor urut 2 itu adalah "lagu lama" Prabowo.
Pria yang biasa disapa Rommy itu menganggap strategi yang digunakan Prabowo-Sandi mengadopsi strategi Donald Trump saat berkampanye menjadi calon presiden Amerika Serikat.
"Saya istilahkan strategi ini semprotan kebohongan, seorang membahasakanya firehouse of the falsehood," ujar Rommy di kediaman Wapres Jusuf Kalla, kawasan Jakarta Selatan, Senin 17 Desember 2018 malam.
Rommy mengungkap ciri-ciri strategi Prabowo yang dinilainya mirip langkah Donald Trump, yakni dilakukan dengan high volume multi-channel, menjadi masif beritanya ada di semua platform seperti di YouTube, Twitter, di Instagram dan WhatsApp dilakukan secara serentak. Kemudian, sambung dia, dilakukan secara repetitif.
Menurut Anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf ini, ciri keempat strategi ini dianggap kebohongan karena masyarakat yang akan diambil adalah first impression-nya.
"Karena riset terhadap penggunaan strategi ini dilakukan di Rusia untuk dilakukan propaganda, berbasis pada analisis psikoanalisa, dan masyarakat ternyata dari sekian banyak research tertujukan bahwa mereka lebih mudah menerima impresi pertama dan impresi pertama ini yang terus dilakukan oleh Pak Prabowo dan tim kampanyenya," tutur Rommy.
Pernyataan Prabowo bahwa Indonesia akan punah jika kubunya kalah diungkapkan saat acara Konferensi Nasional Partai Gerindra, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Desember 2018.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menganggap pidato calon presiden nomor urut 2 itu adalah "lagu lama" Prabowo.
Pria yang biasa disapa Rommy itu menganggap strategi yang digunakan Prabowo-Sandi mengadopsi strategi Donald Trump saat berkampanye menjadi calon presiden Amerika Serikat.
"Saya istilahkan strategi ini semprotan kebohongan, seorang membahasakanya firehouse of the falsehood," ujar Rommy di kediaman Wapres Jusuf Kalla, kawasan Jakarta Selatan, Senin 17 Desember 2018 malam.
Rommy mengungkap ciri-ciri strategi Prabowo yang dinilainya mirip langkah Donald Trump, yakni dilakukan dengan high volume multi-channel, menjadi masif beritanya ada di semua platform seperti di YouTube, Twitter, di Instagram dan WhatsApp dilakukan secara serentak. Kemudian, sambung dia, dilakukan secara repetitif.
Menurut Anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf ini, ciri keempat strategi ini dianggap kebohongan karena masyarakat yang akan diambil adalah first impression-nya.
"Karena riset terhadap penggunaan strategi ini dilakukan di Rusia untuk dilakukan propaganda, berbasis pada analisis psikoanalisa, dan masyarakat ternyata dari sekian banyak research tertujukan bahwa mereka lebih mudah menerima impresi pertama dan impresi pertama ini yang terus dilakukan oleh Pak Prabowo dan tim kampanyenya," tutur Rommy.
Pernyataan Prabowo bahwa Indonesia akan punah jika kubunya kalah diungkapkan saat acara Konferensi Nasional Partai Gerindra, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin, 17 Desember 2018.
(dam)