BPN Prabowo-Sandi Pindah ke Jateng, Ini Reaksi Kubu Jokowi
Selasa, 18 Desember 2018 - 04:49 WIB
BPN Prabowo-Sandi Pindah ke Jateng, Ini Reaksi Kubu Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy menegaskan rencana pemindahan markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno dari DKI Jakarta ke Jawa Tengah tidak dibahas dalam rapat evuasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH. Ma'ruf Amin di kediaman pribadi Wapres Jusuf Kalla.
Pria yang akrab disapa Rommy itu menganggap, dari hasil monitoring yang dilakukan TKN belum ada pergerakan yang signifikan mengenai pemindahan tersebut. "Apa yang disampaikan terkait pemindahan ini lebih sebatas political gimmick," ujar Rommy di kediaman JK, Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018).
Menurut Rommy, pergerakan dimaksud adalah baru sebatas penyewaan kantor pemenangan dan peluncuran mobil kampanye yang tak memiliki penetrasi yang jelas.
Rommy menganggap, Jawa Tengah merupakan pemilih tradisional Jokowi yang sangat kuat. Sehingga dirinya merasa tidak perlu khawatir. Bicara Jawa Tengah, kata Rommy, Partai Demokrat yang berkuasa selama 10 tahun dianggap gagal menaklukan Jateng.
"Saya kira Jateng ini daerah yang elektabilitas pak Jokowi paling tinggi dibandingkan provinsi lain saat ini. Saya kira saat mereka menyampaikan sebagai gimmick, lebih kepada untuk lempar umpan saja supaya ditangkap oleh kami. Tapi kita monitor secara seksama dan itu tidak mungkin," katanya.
Anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf ini juga menegaskan, bicara Jateng dirinya tak perlu khawatir dan menganggap suara Jokowi di sana sudah lebih dari 60 persen.
"Sudah lebih, sudah jauh. Jatim dan Jateng adalah daerah dengan elektabilitas tertinggi," tukasnya.
Pria yang akrab disapa Rommy itu menganggap, dari hasil monitoring yang dilakukan TKN belum ada pergerakan yang signifikan mengenai pemindahan tersebut. "Apa yang disampaikan terkait pemindahan ini lebih sebatas political gimmick," ujar Rommy di kediaman JK, Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018).
Menurut Rommy, pergerakan dimaksud adalah baru sebatas penyewaan kantor pemenangan dan peluncuran mobil kampanye yang tak memiliki penetrasi yang jelas.
Rommy menganggap, Jawa Tengah merupakan pemilih tradisional Jokowi yang sangat kuat. Sehingga dirinya merasa tidak perlu khawatir. Bicara Jawa Tengah, kata Rommy, Partai Demokrat yang berkuasa selama 10 tahun dianggap gagal menaklukan Jateng.
"Saya kira Jateng ini daerah yang elektabilitas pak Jokowi paling tinggi dibandingkan provinsi lain saat ini. Saya kira saat mereka menyampaikan sebagai gimmick, lebih kepada untuk lempar umpan saja supaya ditangkap oleh kami. Tapi kita monitor secara seksama dan itu tidak mungkin," katanya.
Anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf ini juga menegaskan, bicara Jateng dirinya tak perlu khawatir dan menganggap suara Jokowi di sana sudah lebih dari 60 persen.
"Sudah lebih, sudah jauh. Jatim dan Jateng adalah daerah dengan elektabilitas tertinggi," tukasnya.
(pur)