BSSN Gelar Diseminasi Antisipasi Ancaman Siber Selama Pemilu Serentak

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:17 WIB
BSSN Gelar Diseminasi...
BSSN Gelar Diseminasi Antisipasi Ancaman Siber Selama Pemilu Serentak
A A A
JAKARTA - Dalam beberapa bulan ke depan, bangsa Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi yakni pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 2019 mendatang. Kegiatan tersebut sangat rawan terhadap serangan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab.

Untuk mengantisipasi serangan siber di tahun politik mendatang, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar kegiatan seminar diseminasi deteksi ancaman siber 2018, dengan tema bersama mengantisipasi ancaman dan serangan siber terhadap penyelenggaraan demokrasi pileg dan pilpres 2019. Demi mewujudkan ruang siber yang kondusif dalam rangka mendukung penyelenggaraan pileg dan pilpres 2019.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi tren ancaman siber dan memberikan peringatan kepada instansi terkait. Sehingga diharapkan kepada sektor pemerintah, sektor infratstruktur informasi nasional, dan sektor ekonomi digital siap dalam menghadapi ancaman siber tersebut," ujar Kepala BSSN Djoko Setiadi dalam sambutannya di Hotel Aston, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

Sebagai informasi, direktorat deteksi ancaman BSSN telah mampu mendeteksi ancama siber pada 2018 yang meliputi serangan siber isu sosial kultural dan potensi ancaman. Sehubungan dengan hal tersebut BSSN juga turut melaunching laporan tahunan deteksi ancaman 2018 dalam seminar ini.

"Kami berharap dokumen laporan tersebut dapat membantu organisasi pemangku kepentingan dalam mengetahui dan memahami pergeseran perlaku serangan dan ancaman siber serta memebrikan informasi yang dibutuhkan agara organisasi semakin siap dalam mewujudkan ketahanan dan keamanan siber," jelas Djoko.

Djoko pun beharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan kepada seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan siber dan mempersiapkan diri dalam menghadapi ancaman siber yang akan terjadi di masa mendatang khususnya pada penyelenggaraan pileg dan pilpres 2019.

"Untuk itulah kita perlu berkolaborasi sehingga dapat memprediksi secara tajam mengenai ancaman dan proteksi serangan siber yang akan terjadi," tuturnya.
(pur)
Berita Terkait
Pembangunan SDM, Jadi...
Pembangunan SDM, Jadi Kunci Pembangunan Keamanan Siber Indonesia
Tertarik Menekuni Profesi...
Tertarik Menekuni Profesi di Bidang Keamanan dan Ketahanan Siber, Ini Tahapannya
Indeks Keamanan Siber...
Indeks Keamanan Siber Indonesia Peringkat 24 Dunia
Hadapi Serangan Siber...
Hadapi Serangan Siber dan Ancaman Dark Web, BSSN Gelar Pelatihan
BSSN dan TUV Rheinland...
BSSN dan TUV Rheinland Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Keamanan Siber
Sejumlah Pertimbangan...
Sejumlah Pertimbangan Perluasan Monitoring Kemanan Siber di BSSN
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved