4 Bulan Jelang Pencoblosan, Tim Jokowi Intensifkan Strategi
Rabu, 05 Desember 2018 - 16:29 WIB
4 Bulan Jelang Pencoblosan, Tim Jokowi Intensifkan Strategi
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01 Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mengatakan, 4 bulan jelang pemungutan suara pemilu serentak 2019, pihaknya terus mengencangkan strategi pemenangan untuk Jokowi-Ma'ruf.
Arya menganggap, saat ini 'pertempuran' lebih banyak di Udara. Menurutnya, stategi infanteri di darat akan diintensifkan pada Januari 2019 mendatang.
"Kalau sudah turun liat aja nanti bagaimana sembilan partai dari 15 (parpol peserta pemilu) dan kabarnya PBB juga mau gabung kata Yusril. Berarti ada 10 partai turun. Bayangkan 10 partai, infanteri," ujar Arya di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Selasa 4 Desember 2018.
Arya menegaskan, seluruh caleg dari parpol pengusung akan langsung turun ke masyarakat bertemu kalangan petani, buruh, nelayan dan masyarakat umum lainnya. Menurut dia, caleg akan turun bersama organisasi relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf yang sudah terbentuk.
Politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu menganggap penguasaan wilayah dan teritori akan dilakukan oleh para caleg dan relawan yang saling mensuport satu sama lain.
"Dulu Jokowi infanteri relawan dan partai tapi sekarang calegnya punya kepentingan juga terhadap diri sehingga dia akan maksimal untuk turun, dan caleg itu sampai tingkat RT/RW bertempurnya, dan semua bawa (nama) Jokowi kan asik," tandasnya.
Arya menganggap, saat ini 'pertempuran' lebih banyak di Udara. Menurutnya, stategi infanteri di darat akan diintensifkan pada Januari 2019 mendatang.
"Kalau sudah turun liat aja nanti bagaimana sembilan partai dari 15 (parpol peserta pemilu) dan kabarnya PBB juga mau gabung kata Yusril. Berarti ada 10 partai turun. Bayangkan 10 partai, infanteri," ujar Arya di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Selasa 4 Desember 2018.
Arya menegaskan, seluruh caleg dari parpol pengusung akan langsung turun ke masyarakat bertemu kalangan petani, buruh, nelayan dan masyarakat umum lainnya. Menurut dia, caleg akan turun bersama organisasi relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf yang sudah terbentuk.
Politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu menganggap penguasaan wilayah dan teritori akan dilakukan oleh para caleg dan relawan yang saling mensuport satu sama lain.
"Dulu Jokowi infanteri relawan dan partai tapi sekarang calegnya punya kepentingan juga terhadap diri sehingga dia akan maksimal untuk turun, dan caleg itu sampai tingkat RT/RW bertempurnya, dan semua bawa (nama) Jokowi kan asik," tandasnya.
(maf)