Hanura Tuding Prabowo Subianto Kerap Berargumen Tanpa Data

Jum'at, 30 November 2018 - 17:40 WIB
Hanura Tuding Prabowo...
Hanura Tuding Prabowo Subianto Kerap Berargumen Tanpa Data
A A A
JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Hanura di DPR, Inas N Zubir menilai berulang kali Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto melakukan pelecehan kepada kelompok masyarakat tertentu. Bahkan, dia menuduh Prabowo melecehkan bangsa Indonesia.

"Penyebabnya ada dua, yakni sakit hati karena gagal melulu sehingga hoaks jadi pilihannya berargumen atau Prabowo memang enggak tau tentang apa yang dimaksud dengan data," ujarnya melalui rilis yang diterima SINDOnews, Jumat (30/11/2018).

Menurutnya, Prabowo sering mengatakan perekonomian Indonesia sekarang ini buruk, dimana pernyataan tersebut tidak disertai data-data yang akurat dan shahih. Sebagai Capres, kata Inas seharusnya Prabowo meyakini dan menggunakan data BPS di setiap argumennya.

"Karena siapapun presiden di Indonesia maka ketika menyusun nota keuangan dan RAPBN akan menggunakan data yang bersumber dari BPS sebagai acuan perhitungannya," kata dia.

Dia pun memaparkan indikator yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergairah dan lebih baik daripada pemerintahan periode sebelumnya. Dia menyebutkan rasio wirausaha tahun 2014 hanya 1,55%, naik di tahun 2018 menjadi 7,00%, sedangkan standar internasional mematok 2%.

"Kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2014 hanya 1,71% tapi pada tahun 2018 naik menjadi 4,48%. Index pembangunan manusia (IPM) pada tahun 2014 hanya 68,90% kemudian naik pada tahun 2017 menjadi 70,81%," jelas Inas.

Dilanjutkan Inas, pengangguran dari persentase total tenaga kerja pada tahun 2014 sebesar 5,94% kemudian turun pada bulan Februari 2018 menjadi 5,13%. Selanjutnya angka kemiskinan pada tahun 2014 sebesar 10,96%, dia melihat untuk pertama kalinya sejak republik ini berdiri turun ke single dijit pada 2018 menjadi 9,82%

Inas juga menjelaskan PDB Indonesia menduduki ranking 16 dunia dan terbesar di Asia Tenggara dimana pada tahun 2014 sebesar USD891 miliar dan pada tahun 2017 naik signifikan menjadi USD1.016 triliun. Pertumbuhan ekonomi terus turun sejak 2010-2014 di angka 5,02%, kemudian mulai membaik dan di tahun 2017 sudah naik kembali menjadi 5,07%.

"Bergairahnya perekonomian tidak saja terjadi di kota-kota besar tapi juga merambah sampai ke desa-desa yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan BUMDES yang telah mencapai 40 ribu, sehingga mampu menekan urbanisasi ke DKI Jaya yang turun drastis pada tahun 2018, jadi keberhasilan Jokowi bukan saja di sektor infrastruktur tapi juga di sektor perekonomian rakyat semesta," pungkas Inas.
(kri)
Berita Terkait
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Wiranto Serahkan Sejumlah...
Wiranto Serahkan Sejumlah Eks Kader Partai Hanura untuk Bergabung ke Partai Gerindra
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Pilpres 2024, PPP Sebut...
Pilpres 2024, PPP Sebut Jokowi Dukung Ganjar, Prabowo, dan Sandi
Momen Prabowo Peluk...
Momen Prabowo Peluk Erat Otto Hasibuan, Kenang Perjuangan Bersama di Pilpres 2019
Alasan Gerindra Pecat...
Alasan Gerindra Pecat M Taufik karena Prabowo Kalah di Jakarta saat Pilpres 2019
Berita Terkini
Tangis Nanik S Deyang...
Tangis Nanik S Deyang Pecah setelah Dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN
Anwar Abbas Apresiasi...
Anwar Abbas Apresiasi Kejagung Tangkap Petinggi BGN: Bukti Hukum Tidak Pandang Bulu
Bupati Muara Enim Edison...
Bupati Muara Enim Edison Terjaring OTT KPK
Breaking News! KPK Gelar...
Breaking News! KPK Gelar OTT di Muara Enim
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved