2 Bulan Masa Kampanye, Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Angka 53,2%
Selasa, 27 November 2018 - 21:54 WIB
2 Bulan Masa Kampanye, Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Angka 53,2%
A
A
A
JAKARTA - Masa kampanye telah dilewati hampir dua bulan lebih oleh kedua pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres), Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi. Dari temuan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pasangan Jokowi-Ma'ruf masih mengungguli pasangan Prabowo-Sandi.
Dari 1.200 responden yang mengikuti survei, 53,2% di antaranya mendukung Jokowi-Ma'ruf. Sedangkan pemilih Prabowo-Sandiaga hanya sebesar 31,2% dari 1.200 responden. Sementara 15,6% lainnya memilih untuk merahasiakan pilihan atau belum memutuskan.
"Dua bulan masa kampanye diberlakukan, ada selisih dukungan yaitu Jokowi-Ma'ruf unggul di atas 20% dari Prabowo-Sandiaga," ujar Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Keunggulan ini juga tidak terlepas dari dinamika penilaian Jokowi sebagai Presiden. Dari hasil survei LSI Denny JA mulai bulan Agustus hingga November 2018 masyarakat selalu puas dengan kinerja Jokowi.
"Penilaian atas kinerja Joko Widodo sebagai presiden stabil menyatakan puas di atas 65%," jelas Ardian.
Meskipun Jokowi-Ma'ruf Amin unggul, Ardian menilai peluang Prabowo-Sandiaga untuk bersaing tetap terbuka. Walaupun selisih keunggulan kedua pasangan itu 20%.
Dari 1.200 responden yang mengikuti survei, 53,2% di antaranya mendukung Jokowi-Ma'ruf. Sedangkan pemilih Prabowo-Sandiaga hanya sebesar 31,2% dari 1.200 responden. Sementara 15,6% lainnya memilih untuk merahasiakan pilihan atau belum memutuskan.
"Dua bulan masa kampanye diberlakukan, ada selisih dukungan yaitu Jokowi-Ma'ruf unggul di atas 20% dari Prabowo-Sandiaga," ujar Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Keunggulan ini juga tidak terlepas dari dinamika penilaian Jokowi sebagai Presiden. Dari hasil survei LSI Denny JA mulai bulan Agustus hingga November 2018 masyarakat selalu puas dengan kinerja Jokowi.
"Penilaian atas kinerja Joko Widodo sebagai presiden stabil menyatakan puas di atas 65%," jelas Ardian.
Meskipun Jokowi-Ma'ruf Amin unggul, Ardian menilai peluang Prabowo-Sandiaga untuk bersaing tetap terbuka. Walaupun selisih keunggulan kedua pasangan itu 20%.
(kri)