Jokowi Ingin Tabok Penyebar Isu PKI, PDIP: Itu Teguran Halus

Minggu, 25 November 2018 - 09:29 WIB
Jokowi Ingin Tabok Penyebar...
Jokowi Ingin Tabok Penyebar Isu PKI, PDIP: Itu Teguran Halus
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto angkat suara mengenai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menabok penebar fitnah dirinya adalah PKI. Hasto menganggap, itu bentuk teguran halus.

Menurut Hasto, apa yang disampaikan capres nomor urut 01 memiliki pesan, bahwa dalam berpolitik harus mengedepankan narasi yang positif dan menampilkan program dan prestasi.

"Tak usahlah kemudian menggunakan berbagai upaya untuk memfitnah," kata Hasto di sela Safari Kebangsaan Jilid II, Garut, Jawa Barat, Sabtu 24 November 2018.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin ini menambahkan, ucapan Jokowi bentuk teguran kategori halus untuk mengingatkan kepada semua pihak agar berbagai fitnah dan hoaks harus dihentikan.

Hasto lalu membandingkannya dengan era Orde Baru. Menurutnya, bila di era itu, maka pelaku fitnah terhadap presiden pasti tak sekadar ditabok. (Baca juga: Jokowi Mau Tabok Penyebar Isu PKI, Mardani: Jadi Kelihatan Curhat )

"Kalau di zaman Orde Baru kan itu, wah itu bukan hanya ditabok. Tapi, sudah diculik, dimasukkan penjara. Pak Jokowi itu kan cuma kiasan lah, kiasan dari seorang presiden yang ingin mengingatkan. Agar ini menjadi cambuk untuk kita semuanya mengedepankan hal positif," bebernya.

Kata Hasto, pada Pemilu 2014, Jokowi sudah diserang. Oleh Ketua Umum PPP Romahurmuzy, disebut juga bahwa Obor Rakyat di 2014 dibuat oleh kubu Prabowo.

"Terbukti yang dulu pun tak efektif. Tapi kalau sudah tahu tak efektif, kenapa harus dipakai terus? Pak Jokowi juga bertanya-tanya, jadi jengkel juga," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Wapres Maruf Amin Bertemu...
Wapres Ma'ruf Amin Bertemu Sekretaris Partai Komunis China, Bahas Apa?
Jokowi dan Maruf Amin...
Jokowi dan Ma'ruf Amin Hadiri Apel Kader Partai Gerindra
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Bahlil Tegaskan Golkar...
Bahlil Tegaskan Golkar Kawal Jokowi-Ma'ruf Amin sampai Tuntas
Reshuffle Kabinet Dinilai...
Reshuffle Kabinet Dinilai Sulit Hindari Tarik Menarik Kepentingan Partai
Setahun Jokowi-Maruf...
Setahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Kemudahan Investasi Kian Membaik
Berita Terkini
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Infografis
Profil Prof Soenardi...
Profil Prof Soenardi Prawirohatmodjo, Namanya Ada di Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved