Jokowi Ajak ASEAN Bergandengan Tangan Tanggulangi Bencana Alam

Rabu, 14 November 2018 - 21:29 WIB
Jokowi Ajak ASEAN Bergandengan...
Jokowi Ajak ASEAN Bergandengan Tangan Tanggulangi Bencana Alam
A A A
SINGAPURA - Dalam KTT ke-21 ASEAN-Jepang, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya ASEAN memperkuat kerja sama dengan Jepang dalam hal penanggulangan bencana.

Data mengungkap bahwa dalam tiga dekade terakhir 40% bencana terjadi di kawasan Asia di mana 90% menyebabkan korban jiwa dan 50% lebih menyebabkan kerugian ekonomi.

"Data PBB tahun ini memprediksi kerugian ekonomi akibat bencana di kawasan ini mencapai lebih dari USD160 miliar per tahun hingga 2030," ungkap Jokowi.

Perkara bencana sangat dirasakan dampaknya oleh Indonesia. Jokowi mengatakan, baru-baru ini Indonesia mengalami bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah dengan korban jiwa mencapai lebih dari 2.200 jiwa serta lebih dari 68.000 bangunan rusak.

"Bencana alam akan selalu menjadi bagian dari kehidupan kita. Kita tidak dapat mencegah bencana alam. Namun, kita dapat meminimalisir korban dan perlu memastikan bahwa terdapat sumber yang akan mendukung bangkitnya wilayah bencana," imbuh Jokowi.

Oleh karenanya, diperlukan adanya kerja sama yang lebih erat mengenai mitigasi dan penanggulangan bencana. Beberapa di antaranya dapat dilakukan dengan penguatan kerja sama terkait mekanisme peringatan dini, pembangunan infrastruktur tahan bencana, hingga pendanaan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana.

"Kerja sama strategi pembiayaan dan asuransi bencana juga sangat penting. Ide ini telah mulai dibahas pada ASEAN Leaders Gathering dengan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia di Bali bulan lalu," kata Jokowi.

Gagasan ini dinilai tidak hanya penting bagi Indonesia yang memang sebagian wilayahnya rawan terhadap bencana. Jokowi menilai, negara lain di kawasan rawan bencana juga turut merasakan hal yang sama.

"Diperlukan keterlibatan dan kerja sama banyak pihak untuk mendukung ide ini. Perlu kolaborasi antara pemerintah sebagai regulator dan pembuat kebijakan, kelompok bisnis asuransi, dan partisipasi masyarakat luas," kata Jokowi.
(pur)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Lanjutkan...
Presiden Jokowi Lanjutkan Kunjungan Kerja ke Papua Nugini
Presiden Jokowi Hari...
Presiden Jokowi Hari Ini Kunjungi Afrika untuk Pertama Kalinya
Hari Ini Jokowi Bertemu...
Hari Ini Jokowi Bertemu Pengusaha dan Hadiri Pembukaan FISU World University Games
Disambut Gerimis, Presiden...
Disambut Gerimis, Presiden Jokowi Tiba di Chengdu
Kunjungan Kerja ke China,...
Kunjungan Kerja ke China, Presiden Jokowi Akan Bertemu Xi Jinping
Jokowi Akan Bertemu...
Jokowi Akan Bertemu Presiden Xi Jinping di China Lusa
Berita Terkini
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved