IKADIN: Pemerintah Harus Tegas Demi Jaga Profesi Advokat

Senin, 12 November 2018 - 18:57 WIB
IKADIN: Pemerintah Harus...
IKADIN: Pemerintah Harus Tegas Demi Jaga Profesi Advokat
A A A
JAKARTA - Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) meminta Pemerintah dan Mahkamah Agung (MA) bersikap tegas dengan tidak membiarkan organisasi-organisasi yang beranggotakan advokat melakukan kegiatan yang bukan wewenangnya, antara lain mengadakan pendidikan advokat dan mengangkat advokat.

"Pemerintah dan MA tidak menunjukan sikap, mengabaikan, serta membiarkan perilaku organisasi yang beranggotakan advokat, melakukan tindakan yang bukan merupakan wewenangnya," kata Ketua Umum IKADIN, Sutrisno, di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Sutrinso menyampaikan, hal ini merupakan salah satu dari empat poin atau pokok pikiran dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKADIN 2018 yang dihelat di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), pada 8-9 Oktober 2018 lalu.

Pembiaran tersebut merupakan bentuk perilaku Negara yang melanggar undang-undang. Pasalnya, lanjut Sutrisno, sesuai yang menjadi pokok poin pertama Rakernas ini, bahwa sistem yang dianut oleh Undang-Undang (UU) Advokat Nomor 18 Tahun 2003, bahwa Pasal 28 Ayat (1).

"Perintah UU tersebut harus ditaati oleh unsur-unsur Negara baik itu Pemerintah atau MA RI," ujar Sutrisno.

Hal ini lanjut Sutrisno, juga terkait dengan Pasal 5 UU Advokat yang memberikan status penegak hukum kepada advokat. Dengan demikian, maka juga seharusnya ada satu organisasi advokat yang mempunyai kewenangan menyangkut profesi advokat yang diberikan oleh Negara sebagai pelaksana kewenangan Negara terhadap profesi advokat.

Selanjutnya, Sutrisno menambahkan, poin ketiga dari Rakernas IKADIN menjelaskan jika MA RI telah membuka pintu melalui seluruh jajaran Pengadilan Tinggi di Indonesia untuk menerima permintaan dan melakukan penyumpahan Advokat yang diangkat oleh organisasi manapun.

"Ini jelas tidak menghormati UU Advokat dan melahirkan kekacauan, IKADIN dengan ini menyampaikan keberatan sekaligus protes atas terbitnya Surat Ketua Mahkamah Agung RI No. 73/KMA/HK.01/IX/2015 dan meminta untuk segera dicabut karena bersifat destruktif bagi kepentingan menjaga kualitas dan kehormatan Profesi Advokat," ujarnya.

Terakhir atau keempat, sebagaimana dicantumkan dalam diktum Menimbang Kedua UU Advokat:
"Kekuasaan kehakiman yang bebas dari segala campur tangan dan pengaruh dari luar, memerlukan profesi Advokat yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab, untuk terselenggaranya suatu peradilan yang jujur, adil, dan memiliki kepastian hukum bagi semua pencari keadilan dalam menegakkan hukum, kebenaran, keadilan, dan hak asasi manusia".
"Atas dasar hal tersebut IKADIN mendesak Pemerintah untuk berani menyampaikan sikap dan politik hukumnya dalam rangka menumbuhkan pilar penting Profesi Advokat menjadi profesi yang terhormat (Officium Nobile)," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Pererat Konsolidasi,...
Pererat Konsolidasi, KAI Kumpulkan Advokat Lintas Organisasi
Pelatihan Hukum Berlanjutan...
Pelatihan Hukum Berlanjutan dan Peningkatan Kompetensi Advokat
Eks Komisioner Kompolnas...
Eks Komisioner Kompolnas Didukung Jadi Ketua Komisi Pengawas AAI
Di Tengah Agenda Rakernas,...
Di Tengah Agenda Rakernas, Ratusan Advokat KAI Gelar Gala Dinner
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Advokat, PPKHI Gelar Ujian Profesi Secara Gratis
Henry Indraguna dan...
Henry Indraguna dan Partners Masuk 30 Largest Law Frims Corporate Practices
Berita Terkini
DPP PPP Menangkan 5...
DPP PPP Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai
Kemenag Siapkan Konten...
Kemenag Siapkan Konten Edukasi untuk Cegah Penyebaran LGBTQ
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved