Sudirman Said: Kita Harus Waspada pada Genderuwo Ekonomi

Sabtu, 10 November 2018 - 21:01 WIB
Sudirman Said: Kita...
Sudirman Said: Kita Harus Waspada pada Genderuwo Ekonomi
A A A
REMBANG - Salah satu masalah yang menjadi pekerjaan rumah di Indonesia adalah masih adanya genderuwo ekonomi yang menggerogoti sejumlah kekayaan Indonesia.

Direktur Materi Debat dan Kampanye Parabowo-Sandi (PADI), Sudirman Said mengungkapkan hal itu di sela-sela acara Deklarasi Relawan PADI se eks Karesidenan PATI di Wisma Haji Rembang, Pati, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (10/11/2018).

"Kita harus waspada pada genderuwo ekonomi, bentuknya tidak nampak tapi menakutkan. Kalau kita bisa memberantas genderuwo ekonomi, maka politik kita menjadi baik," kata Sudirman Said yang juga Koordinator Pemenangan PADI Jateng.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Dirman ini, genderuwo ekonomi ini adalah orang-orang yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk menguasai negara dengan cara yang tidak transparan.

"Sehingga kita harus fokus pada pemberantasan gendurowo ekonomi, karena (mereka) adalah orang-orang yang ingin memperoleh kesempatan-kesempatan dwngan tidak trasnparan," ujar Menteri ESDM periode 2014-2016 ini.

Pak Dirman menegaskan, jika Prabowo-Sandi diberi amanah oleh masyarakat Indonesia, para genderuwo ekonomi itu akan disingkirkan agar ekonomi Indonesia menjadi sehat. Karenanya Sudirman mengajak para relawan, untuk memenangkan pasangan PADI di Jateng pada Pilpres 2019 mendatang.

Menurut dia, kemenangan di Jateng akan membawa dampak besar bagi kemenamgan PADI secara nasional. "Di luar Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan suara Prabowo-Sandi baik. Di Jawa Baray juga demikian. Jawa Timur selisihnya sedikit. Tapi di Jateng jaraknya jauh. Karena itu kita perlu kerja keras untuk mengejar selisih suara itu," terang Sudirman.

Sudirman meyakini dengan kerja keras, dan kerja cerdas maka suara PADI akan meningkat pesat di Jateng. "Kita harus kerja keras, kerja cerdas. Jangan terpengaruh dengan isu, hoax, atau istilah-istilah yang membingungkan. Fokus pada kerja bagaimana menarik simpati masyarakat," imbuh dia.

"Sekali lagi saya berpesan kepada relawan, jangan ikut kampanye hitam, jangan ikut-ikutan kata-kata yang kemarin dilontarkan tokoh, karena dua tema yang mesti dicarikan solusi adalah ekonomi dan harga kebutuhan pokok terjangkau, istilah-istilah yang mboten jelas itu diabaikan saja, mari ikut menjadi warga negara yang bermartabat," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Dugaan Korupsi Batu...
Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah 8 Lokasi Termasuk Rumah Pejabat Negara
Eks Hakim Agung Ad Hoc...
Eks Hakim Agung Ad Hoc Sebut Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kejahatan Luar Biasa: Berbuntut Persoalan Negara
Polisi Temukan Uang...
Polisi Temukan Uang Fantastis Dolar AS dan Singapura dalam Brankas Saat Geledah Kafe di Cipete
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved