Fokus Garap 4 Isu, Blusukan Jokowi Optimis Raih 80% Suara di Jateng
Senin, 05 November 2018 - 10:12 WIB
Fokus Garap 4 Isu, Blusukan Jokowi Optimis Raih 80% Suara di Jateng
A
A
A
SEMARANG - Deklarasi untuk mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 terus dijalankan Blusukan (Bulaksumur untuk Kemenangan) Jokowi secara simultan. Setelah Medan, Sumatera Utara, pada pekan lalu, kali ini berlangsung di Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Ketua Umum Blusukan Jokowi, Teguh Indrayana mengatakan deklarasi sekaligus pelantikan di Venetia Van Java- salah satu julukan Semarang- dilakukan untuk menggalang dukungan masyarakat kepada Jokowi.
Deklarasi dikemas dalam bentuk doa, ungkapan dan harapan kepada Jokowi agar dapat memimpin dua periode. Deklarasi dilakukan di Aston Inn, Jalan Pandanaran, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (04/11/2018) pukul 20.00 WIB.
"Berbagai kebijakan dan program serta arahan diimplementasikan dan tertata apik. Selain itu, ditunjang infrastruktur dan aksesibilitas yang baik. Masyarakat juga sudah menikmati dampak dari kebijakan Presiden Jokowi sesuai komitmen Nawacita," ujar teguh dalam sambutanya.
Teguh Indrayana melanjutkan jika bahwa sepanjang empat tahun ini mengamati dan menilai pemerintahan Jokowi telah berada di jalur yang benar dan hasil kerjanya nyata berguna dan dapat dinikmati masyarakat. Sehingga ia berpendapat bahwa Pemerintahan Jokowi sangat layak untuk dilanjutkan.
Teguh mengimbau kepada seluruh simpatisan agar dapat terus bersinergi dan mewujudkan agar Jokowi dapat terpilih sekali lagi demi kemajuan negara. "Pilpres ini bukanlah sebuah peperangan, melainkan pesta demokrasi yang harus dilakukan secara damai. Karena itu kami mengimbau agar kita dalam memperjuangkan Bapak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden, marilah kita berbuat dengan cara yang beretika."
Sementara itu, Ketua Blusukan Jokowi Jateng, Andreas Budi Wiroharjo optimistis Blusukan Jokowi Jateng bersama partai politik dan sukarelawan dari berbagai elemen pendukung akan mampu memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Jateng dengan raihan suara mencapai 80%.
"Kami menyatukan visi-misi dan bersinergi dengan sukarelawan-sukarelawan untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf pada pilpres mendatang, kami targetkan meraih 80 persen suara di Jateng," ujarnya.
Guna mencapai target raihan suara tersebut, Blusukan Jokowi Jateng telah menyusun beberapa program dan dalam waktu dekat akan menggelar menggelar Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi terbuka di empat kota di Jateng.
"Ada empat isu yang akan kita garap yaitu isu tenaga kerja asing, isu kemusliman Pak Jokowi, isu soal ekonomi dan isu milenial," katanya.
Secara khusus, Blusukan Jokowi Jateng akan intens melakukan upaya pemenangan pasangan capres nomor urut 01 di daerah-daerah yang pada pelaksanaan Pilgub Jateng 2018, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen mengalami kekalahan atau menang tipis.
"Daerah itu antara lain Kabupaten Kebumen, Klaten, Wonogiri dan Kudus. Kami telah menyusun beberapa program untuk didiskusikan bersama masyarakat," pungkasnya.
Sebagai catatan, nama Blusukan Jokowi digunakan mengacu pada komunitas alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) lintas fakultas dan lintas angkatan yang mempunyai pandangan politik yang sama untuk mendukung dan memilih Jokowi pada Pemilu Presiden tahun 2019.
Blusukan Jokowi pertama kali dideklarasikan pada tahun 2014. Sedangkan Bulaksumur adalah domisili Kampus UGM di Yogyakarta, almamater dari alumni UGM.
Ketua Umum Blusukan Jokowi, Teguh Indrayana mengatakan deklarasi sekaligus pelantikan di Venetia Van Java- salah satu julukan Semarang- dilakukan untuk menggalang dukungan masyarakat kepada Jokowi.
Deklarasi dikemas dalam bentuk doa, ungkapan dan harapan kepada Jokowi agar dapat memimpin dua periode. Deklarasi dilakukan di Aston Inn, Jalan Pandanaran, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (04/11/2018) pukul 20.00 WIB.
"Berbagai kebijakan dan program serta arahan diimplementasikan dan tertata apik. Selain itu, ditunjang infrastruktur dan aksesibilitas yang baik. Masyarakat juga sudah menikmati dampak dari kebijakan Presiden Jokowi sesuai komitmen Nawacita," ujar teguh dalam sambutanya.
Teguh Indrayana melanjutkan jika bahwa sepanjang empat tahun ini mengamati dan menilai pemerintahan Jokowi telah berada di jalur yang benar dan hasil kerjanya nyata berguna dan dapat dinikmati masyarakat. Sehingga ia berpendapat bahwa Pemerintahan Jokowi sangat layak untuk dilanjutkan.
Teguh mengimbau kepada seluruh simpatisan agar dapat terus bersinergi dan mewujudkan agar Jokowi dapat terpilih sekali lagi demi kemajuan negara. "Pilpres ini bukanlah sebuah peperangan, melainkan pesta demokrasi yang harus dilakukan secara damai. Karena itu kami mengimbau agar kita dalam memperjuangkan Bapak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden, marilah kita berbuat dengan cara yang beretika."
Sementara itu, Ketua Blusukan Jokowi Jateng, Andreas Budi Wiroharjo optimistis Blusukan Jokowi Jateng bersama partai politik dan sukarelawan dari berbagai elemen pendukung akan mampu memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Jateng dengan raihan suara mencapai 80%.
"Kami menyatukan visi-misi dan bersinergi dengan sukarelawan-sukarelawan untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf pada pilpres mendatang, kami targetkan meraih 80 persen suara di Jateng," ujarnya.
Guna mencapai target raihan suara tersebut, Blusukan Jokowi Jateng telah menyusun beberapa program dan dalam waktu dekat akan menggelar menggelar Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi terbuka di empat kota di Jateng.
"Ada empat isu yang akan kita garap yaitu isu tenaga kerja asing, isu kemusliman Pak Jokowi, isu soal ekonomi dan isu milenial," katanya.
Secara khusus, Blusukan Jokowi Jateng akan intens melakukan upaya pemenangan pasangan capres nomor urut 01 di daerah-daerah yang pada pelaksanaan Pilgub Jateng 2018, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen mengalami kekalahan atau menang tipis.
"Daerah itu antara lain Kabupaten Kebumen, Klaten, Wonogiri dan Kudus. Kami telah menyusun beberapa program untuk didiskusikan bersama masyarakat," pungkasnya.
Sebagai catatan, nama Blusukan Jokowi digunakan mengacu pada komunitas alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) lintas fakultas dan lintas angkatan yang mempunyai pandangan politik yang sama untuk mendukung dan memilih Jokowi pada Pemilu Presiden tahun 2019.
Blusukan Jokowi pertama kali dideklarasikan pada tahun 2014. Sedangkan Bulaksumur adalah domisili Kampus UGM di Yogyakarta, almamater dari alumni UGM.
(kri)