Kaum Terpelajar dan Mapan Paling Terpengaruh Hoaks Ratna Sarumpaet

Selasa, 23 Oktober 2018 - 17:56 WIB
Kaum Terpelajar dan...
Kaum Terpelajar dan Mapan Paling Terpengaruh Hoaks Ratna Sarumpaet
A A A
JAKARTA - Kasus berita bohong atau hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet beberapa waktu lalu sempat membuat heboh publik.

Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, kasus tersebut memengaruhi dukungan kepada pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres), khususnya dari kelompok pemilih terpelajar dan ekonomi mapan.

"Pada segmen pemilih kaum terpelajar, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf Amin cenderung naik. Sementara dukungan kepada Prabowo-Sandi cenderung menurun pasca kasus hoaks Ratna Sarumpaet," ujar peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Begitu pun pada segmen ekonomi mapan, Jokowi-Ma'ruf semakin memperkokoh keunggulannya setelah ramainya kasus hoaks tersebut.

"Pemilih yang berasal dari kalangan terpelajar dan ekonomi menengah ke atas lebih banyak mengakses informasi sehari-hari, termasuk informasi politik, terutama dari media sosial. Sentimen negatif kasus hoaks Ratna Sarumpaet di media sosial, seperti yang terekam dalam data situation room LSI, memengaruhi preferensi pemilih," tutur Ikrama.

Menurut dia, segmen pemilih dari kalangan terpelajar dan ekonomi mapan lebih sensitif dalam menilai karakter kepemimpinan. Mereka tidak menyukai karakter pemimpin yang mudah terkecoh dan reaksioner terhadap suatu peristiwa.

"Reaksi Prabowo dan timnya yang secara reaksioner merespons informasi sepihak dari Ratna Sarumpaet dianggap pemilih sebagai bagian dari kelemahan karakter kepemimpinan," tuturnya.

Survei ini digelar dalam rentang waktu 10-19 Oktober 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar 2,9% dan tingkat kepercayaan 97,2%.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved