Keberadaan Lapangan Tembak Dianggap Ancam Keselamatan Anggota DPR
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:33 WIB
Keberadaan Lapangan Tembak Dianggap Ancam Keselamatan Anggota DPR
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai lokasi Lapangan Tembak Senayan mengancam keselamatan anggota DPR. Sebab, peluru menyasar ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dianggapnya telah beberapa kali terjadi.
Terakhir, peluru menyasar ke Ruang Kerja Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Wenny Warouw di Lantai 16 nomor 1601 dan Ruang Kerja Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Herry Purnama di Lantai 13 nomor 1313. "Menurut saya ini tidak bisa dibiarkan, karena sudah terjadi beberapa kali dan mengancam anggota dewan, mengancam tenaga ahli anggota dewan," ujar Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2018).
Beruntung, kata dia, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa peluru menyasar ke Kompleks Parlemen dari Lapangan Tembak Senayan itu. "Tapi yang pasti keberadaan lapangan tembak itu terus terang menganggu eksistensi anggota DPR dalam menjalankan fungsinya, dalam menjalankan tugasnya," kata Wakil Ketua MPR ini.
Muzani mengaku tidak pernah mendengar peristiwa peluru menyasar dari Lapangan Tembak Senayan ke Hotel Mulia. "Padahal itu sama posisinya. Tapi yang sering terjadi anggota DPR," ucap Anggota Komisi I DPR ini.
Sehingga, dia menyimpulkan bahwa anggota DPR dalam menjalankan tugas diteror oleh keberadaan lapangan tembak. "Bisa saja kemudian teror dilakukan atas nama latihan tembak," tutupnya.
Terakhir, peluru menyasar ke Ruang Kerja Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Wenny Warouw di Lantai 16 nomor 1601 dan Ruang Kerja Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Herry Purnama di Lantai 13 nomor 1313. "Menurut saya ini tidak bisa dibiarkan, karena sudah terjadi beberapa kali dan mengancam anggota dewan, mengancam tenaga ahli anggota dewan," ujar Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2018).
Beruntung, kata dia, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa peluru menyasar ke Kompleks Parlemen dari Lapangan Tembak Senayan itu. "Tapi yang pasti keberadaan lapangan tembak itu terus terang menganggu eksistensi anggota DPR dalam menjalankan fungsinya, dalam menjalankan tugasnya," kata Wakil Ketua MPR ini.
Muzani mengaku tidak pernah mendengar peristiwa peluru menyasar dari Lapangan Tembak Senayan ke Hotel Mulia. "Padahal itu sama posisinya. Tapi yang sering terjadi anggota DPR," ucap Anggota Komisi I DPR ini.
Sehingga, dia menyimpulkan bahwa anggota DPR dalam menjalankan tugas diteror oleh keberadaan lapangan tembak. "Bisa saja kemudian teror dilakukan atas nama latihan tembak," tutupnya.
(kri)