Polemik Penghentian Film G30S/PKI Diminta Tak Seret Nama Jokowi

Jum'at, 28 September 2018 - 21:07 WIB
Polemik Penghentian...
Polemik Penghentian Film G30S/PKI Diminta Tak Seret Nama Jokowi
A A A
JAKARTA - Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima memita agar polemik Film G30S/PKI tak dikait-kaitkan dengan Presiden Jokowi. Terlebih, polemik ini menguat di tahun politik yakni jelang Pileg dan Pilpres 2019.

Menurutnya, keputusan pemerintah menghentikan pemutaran Film G30S/PKI dibuat oleh Yunus Yosfiah, mantan Menteri Penerangan, yang kini tercatat sebagai Tim Sukses Prabowo-Sandiaga. Aria menganggap hal ini penting disampaikan kepada masyarakat karena belakangan dugaan kampanye hitam melalui isu film tersebut dialamatkan kepada Jokowi.

Menurut Politikus PDIP ini, Pemerintah Jokowi hanya melanjutkan sikap pemerintah sebelumnya yang melarang pemutaran Film G30S/PKI tersebut.

"Penghentian Film G30S/PKI dilakukan oleh Menteri Penerangan saat itu, dalam hal ini Yunus Yosfiah, seorang letjen purnawirawan, yang sekarang menjadi Penisehat Timses Prabowo," jelas Aria di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Aria menjelaskan, sikap Yunus menghentikan pemutaran film saat itu karena kawasan Halim Perdanakusuma yang menjadi markas TNI AU dianggap menyeramkan. Menurutnya, penghentian juga diputuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dijabat oleh Juwono Sudarsono.

Para menteri saat itu menginginkan agar mengenai film yang berkaitan dengan sejarah dilakukan pengkajian ulang untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. "Jadi jangan dianggap penghentian itu seolah-olah oleh Ibu Mega atau Pak Jokowi, Gus Dur, atau Pak SBY. Ini dihentikan Pak Yunus Yosfiah dan Juwono Sudarsono," tegasnya.

Penghentian itu, lanjut Aria, sama seperti yang dilakukan terhadap Film Serangan Umum 1 Maret yang dianggap terlalu menonjolkan peran Soeharto. Padahal, ada peran besar Sri Sultan Hamengkubowono IX yang tidak ditonjolkan. Hal itupun juga ditindaklanjuti oleh Menteri Juwono Sudarsono.

Aria menilai, sangat tidak mendidik bila saat ini dibangun sebuah kampanye hitam yang menyudutkan bahwa seolah penghentikan ini dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi. Ia menganggap kampanye hitam tersebut telah dikapitalisasi sedemikian rupa untuk kepentingan politik.

"Dan dikapitalisasi seolah-olah Pak Jokowi tidak setuju pemutaran Film G30S itu. Ini suatu hal yang dikapitalisasi menjadi isu politik dan itu tidak benar. Pak Jokowi tidak melarang dan membolehkan menonton dan membuat film (dengan tema) yang sama supaya kita bisa cerdas untuk memberikan film-film, termasuk Film Serangan Umum 1 Maret," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Jokowi dan Maruf Amin...
Jokowi dan Ma'ruf Amin Hadiri Apel Kader Partai Gerindra
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Berita Terkini
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Kubu Dokter Tifa Desak JPU Serahkan BAP Ahli dan Daftar Barbuk
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Tito Setuju Kepala Daerah Dapat Bonus dari PAD
Selain Bobby Rizaldi,...
Selain Bobby Rizaldi, Tenaga Ahli hingga Dirjen PKN BPK juga Diperiksa KPK terkait Kasus Bupati Muara Enim
Dokter Tifa Ungkit 12...
Dokter Tifa Ungkit 12 Tahun Jokowi Jadi Pejabat: Tak Pernah Akui Lulusan UGM hingga Tak Diundang Reuni
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Komjak Janji Awasi Jaksa...
Komjak Janji Awasi Jaksa yang Tangani Kasus Febrie Adriansyah
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved