Wacana Paguyuban Kriminalisasi Rezim, Kubu Jokowi Respons Begini

Rabu, 26 September 2018 - 08:55 WIB
Wacana Paguyuban Kriminalisasi...
Wacana Paguyuban Kriminalisasi Rezim, Kubu Jokowi Respons Begini
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR yang juga Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon dan pegiat media sosial Buni Yani rencananya akan membentuk paguyuban kriminalisasi dan persekusi terhadap aktivis dan ulama di rezim Jokowi. Fadli dan Buni sama-sama menjadi tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.

Merespons hal ini, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa selama Jokowi memerintah belum ada satu orang pun yanf dikriminalisasi.

"Tunjukkan di depan mata saya siapa? Bahwa seluruh termasuk Buni Yani itu adalah melalui proses hukum, dan hukumnya pun transparan mulai dari penyidikannya sampai pengadilannya dan penjatuhan hukumannya. Jadi tak ada kriminalisasi," ujar Karding di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta (25/9/2018) malam.

Diakui Karding, saat ini memang tengah dibangun narasi oleh pihak-pihak tertentu bahwa terjadi banyak kriminalisasi di era pemerintahan Jokowi. Justeru sebaliknya, jika pihaknya ingin ikut-ikutan maka bisa membentuk paguyuban pelanggaran HAM.

Maka itu, Sekjen DPP PKB itu meminta agar Fadli dan Buni tak membangun isu yang dibuat-buat. Sebab, Indonesia menganut prinsip hukum. "Itu bukan kriminalisasi, itu adalah proses hukum," kata Karding yang juga menjabat Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf.

Menurut dia, jika tidak ingin diproses hukum maka jangan berbuat salah. Karding menegaskan tak ada kriminalisasi terhadap aktivis dan ulama.

"Tunjukkan depan saya kalau ada seorang kiai dikriminalisasi pemerintahan. Semua proses dari hukum tetapi juga pemrintah tak boleh membiarkan orang tak berbuat salah dihukum. Tidak boleh," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved