PPP Gelar Pelatihan Cara Membaca Kitab Kuning di Seluruh Indonesia

Jum'at, 21 September 2018 - 16:15 WIB
PPP Gelar Pelatihan...
PPP Gelar Pelatihan Cara Membaca Kitab Kuning di Seluruh Indonesia
A A A
JAKARTA - PPP bekerja sama dengan Al-Mualliim Center menggelar Training of Trainer (TOT) Cara Cepat Baca Kitab Kuning Metode Muallim di 39 daerah seluruh Indonesia. Metode Mualllim ini terbukti mampu membuat santri lebih cepat membaca kitab klasik (kitab kuning).

Metode ini lebih menekankan pada pemahaman dibanding menghafal bait kaidah tata bahasa Arab (nahwu dan shorrof). “Setelah menguasai Metode Muallim ini para peserta TOT akan kembali ke pesantren dan lembaga pendidikannya untuk mengajarkan metode ini. Sehingga semakin banyak umat Islam yang bisa memahami kitab kuning yang tak berharakat dengan mudah,” kata Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy (Rommy) dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (21/9/2108)

Pelatihan di setiap daerah ini akan diikuti ratusan peserta. Untuk pertama kali, TOT digelar di Jakarta mulai hari ini, Jumat (21/9/2108). Satu angkatan, pelatihan berlangsung selama tiga hari.

Menurut penemu Metode Muallim, KH Dawam Mu'allim bin Kunadi as-Sarangi, metode disusun sejak 2007 di Pesantren al-Ma'rifah Kota Bontang-Kalimantan Timur. Kala itu ia mendapati banyak santri yang mengeluh beratnya belajar tata bahasa arab (nahwu dan shorrof) dari sejumlah kitab yang ada. Sehingga ia menciptakan metode yang lebih praktis untuk cepat baca kitab kuning.

“Metode ini lebih menekankan pada pemahaman, daripada menghafal nadhom. Metode disusun secara komprehensif mengumpulkan semua bab di dalam ilmu shorof dan nahwu beserta awaamil, dilengkapi dengan mufrodat (kosa kata), dan latihan i'rob,” kata KH Dawam.

Pada 2017, metode Muallim mengalami banyak peyempurnaan. Terutama setelah Muallim Center mengajarkannya di berbagai daerah di Nusantara, mulai dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, dan lainnya.

Ketua Penyelenggara Pelatihan, Syarifuddin menyebut bahwa TOT ini digelar salah satunya agar umat bisa langsung merujuk pada sumber kitab saat membahas tentang ajaran Islam. “Saat ini banyak orang belajar Islam melalui media sosial dan Google. Akibatnya, mereka hanya memiliki satu prespektif tentang ajaran Islam dan mudah menyalahkan orang lain yang berpandangan beda. Padahal di tradisi pesantren dan kitab, ulama sudah biasa berbeda pandangan,” kata Syarifuddin.
(poe)
Berita Terkait
Profil dan Sejarah PPP,...
Profil dan Sejarah PPP, Berusia 50 Tahun Lahir dari Gabungan Partai Islam
Elite PPP Diingatkan...
Elite PPP Diingatkan Jangan Sibuk Bicara Urusan Calon Ketum, Lebih Baik Gagas Koalisi Parpol Islam
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Berkunjung ke Partai...
Berkunjung ke Partai Islam Malaysia, GMPI Ajak Kerja Sama di Bidang Kaderisasi
Berita Terkini
Ungkap Banyak Kejanggalan,...
Ungkap Banyak Kejanggalan, Munarman Minta KY dan MA Awasi Sidang Banding MNC Asia Vs CMNP
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Kemendes-Asosiasi Desa...
Kemendes-Asosiasi Desa Gelar Seminar, Mendes Yandri: KDKMP Tak Akan Mematikan UMKM
Hadiri Sidang Dokter...
Hadiri Sidang Dokter Tifa, Roy Suryo: Kita Tetap Bersama Tak Ada Perpecahan
Imparsial Desak Prabowo...
Imparsial Desak Prabowo Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI
Sambut Baik Kebijakan...
Sambut Baik Kebijakan BKN, Amos Simanjuntak: Kenaikan Pangkat ASN Berbasis Merit Perkuat Reformasi Birokrasi
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved