Indonesia Tuan Rumah Konferensi Islam Dunia

Jum'at, 14 September 2018 - 04:05 WIB
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Konferensi Islam Dunia
A A A
JAKARTA - Indonesia kembali menjadi tuan rumah event dunia. Kali ini, gelaran Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018. Event yang berlangsung selama tiga hari tersebut akan dilaksanakan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, 17-20 September 2018.

Konferensi ini merupakan pertemuan para ilmuwan dan akademisi studi Islam dalam rangka memecahkan persoalan keislaman terkini. Asia Tenggara merupakan wilayah yang didiami oleh 25% penduduk muslim dunia yang berjumlah 1,6 miliar jiwa. Dengan porsi sebesar itu, maka kawasan tersebut sebenarnya memainkan peran sentral dalam dinamika dunia Islam di muka bumi ini.

"Sidang AICIS diselenggarakan untuk mencari masukan-masukan yang membangun bagi peradaban Islam yang lebih baik bagi dunia," kata Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Arskal Salim di Jakarta pada Kamis, 13 September 2018 kemarin.

Arskal menuturkan, saat ini dunia masih mengalami kesulitan dalam memahami Islam, terutama karena adanya kontradiski antara ajaran Islam dengan perilaku oknum penganutnya. “Kampanye ISIS yang terus menerus melawan kemanusiaan telah membuat citra Islam merosot di mata dunia,” tuturnya, Kamis (13/9/2018).

Di Irak dan Suriah ada kelompok ekstremisme ISIS yang terus-menerus menebar ancaman dan teror ke seluruh penjuru dunia. Hal-hal semacam itu membuat orang Barat mengidentifikasi Islam sebagai agama teror dan kekerasan.

Disebutkannya, seringkali Barat memiliki pandangan bahwa Islam itu direpresentasikan oleh negara-negara Arab yang sedang berkonflik. Mereka mengesampingkan Indonesia serta kawasan Asia Tenggara sebagai kantong muslim terbesar di dunia.

Asia Tenggara sebenarnya dapat menjadi salah satu representasi dunia Islam yang memiliki perbedaan besar dengan Timur Tengah. Kawasan juga menampilkan success story tentang keberhasilan moderasi Islam di tengah tekanan radikalisme yang mengglobal.

Menurut Arskal Salim, negara-negara Islam di Asia Tenggara, terutama Indonesia, banyak melahirkan pemikiran baru dalam hal budaya, sosial, ekonomi, arsitektur, serta pola hubungan antara mayoritas-minoritas yang erat kaitannya dengan Islam. “Kita sangat kaya akan khazanah keislaman yang belum tergali dengan sempurna,” katanya.

Adanya gap antara ajaran Islam dan perilaku penganutnya di berbagai belahan dunia ini menjadi tema sentra sidang AICIS yang mengambil tema “Islam Di Asia Tenggara dan Dunia Global: Teks, Pengetahuan dan Praktik”.
(whb)
Berita Terkait
Sekjen Kemenag Bicara...
Sekjen Kemenag Bicara Kemanusiaan dan Lingkungan di Konferensi Islam ASEAN
Kementerian Agama Rilis...
Kementerian Agama Rilis Gerakan Wakaf Pendidikan Islam
Kemenag Menyusun Aturan...
Kemenag Menyusun Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid
Kemenag Perkuat Madrasah...
Kemenag Perkuat Madrasah hingga PTKI Lewat Peta Jalan Pendidikan Islam 2030–2045
Kemenag Inisiasi Pembentukan...
Kemenag Inisiasi Pembentukan Organisasi Profesi Penyuluh Agama
Wajah Baru Pendidikan...
Wajah Baru Pendidikan Islam, Kemenag Resmi Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved