Abu-abu, Demokrat Dinilai Mainkan Gestur Politik Dua Kaki

Senin, 10 September 2018 - 11:27 WIB
Abu-abu, Demokrat Dinilai...
Abu-abu, Demokrat Dinilai Mainkan Gestur Politik Dua Kaki
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat tidak memberikan sanksi kepada kadernya, Lukas Enembe yang mendukung pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres), Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin.

Menanggapi itu, Peneliti Saiful Mujani Research and Consultant (SMRC) Sirajuddin Abbas menyebut langkah politik Partai Demokrat terlihat abu-abu. Menurutnya, Partai Demokrat memainkan gestur politik “dua kaki”, tidak sepenuhnya berada di kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Mereka (Partai Demokrat) menunjukkan memang ada kepentingan dari Demokrat menaruh kaki secara informal di kubu sana (Jokowi-Ma'ruf)," ujar Sirajuddin kepada SINDOnews, Senin (10/9/2018).

Dia menjelaskan sikap tersebut memang yang paling mungkin dilakukan Demokrat. Karena keputusan tersebut menjadi upaya berdamai dengan kadernya yang berbeda pilihan.

"Kalau mau all out pun mereka tidak akan mendapat coattail effect dari Prabowo-Sandiaga. Jadi lebih baik maksimalkan pileg dan itu dengan toleran kepada kadernya berbeda pilihan di basis pendukung Jokowi," jelasnya.

Karena itu, kata Sirajuddin keputusan tersebut akan membuat Partai Demokrat mendapat keuntungan dari kedua kubu yang bertarung di Pilpres 2019. Di satu sisi, lanjut dia, Demokrat bakal gampang masuk ke Jokowi-Ma'ruf kalau pasangan ini menang.

Pada sisi lain, Demokrat bakal tetap dipandang sebagai bagian pendukung Prabowo-Sandiaga dan akan bisa mendapatkan posisi di kabinet pasangan ini jika menang. "Saya yakin Demokrat bakal minta jatah. Karena tidak ada yang gratis di politik. Mereka sudah pertimbangkan ini matang," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, mayoritas kader Demokrat di Papua menginginkan berkoalisi dengan Presiden Jokowi pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

"Oh tidak ada sanksi, tidak ada sanksi," ujar Ferdinand di depan Rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jalan Kuningan Timur VII, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2018).

Dia menjelaskan, 92% kader Partai Demokrat mendukung Presiden Jokowi di pilpres mendatang. Kata Ferdinand, Partai Demokrat menghormati keputusan mayoritas kader Partai Demokrat itu.

"Sehingga, kami tidak mau juga mengorbankan kader kami di sana yang nantinya jadi tidak dipilih rakyat pada saat pileg karena garis politiknya harus utuh. Jadi ada dispensasi," katanya.
(kri)
Berita Terkait
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Partai Demokrat Minta...
Partai Demokrat Minta Penanganan Wabah Corona Tidak Politis
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Jokowi dan Maruf Amin...
Jokowi dan Ma'ruf Amin Hadiri Apel Kader Partai Gerindra
Isu Reshuffle Kabinet,...
Isu Reshuffle Kabinet, Ini Arahan AHY dan Sikap Partai Demokrat
Demokrat Minta Pemerintah...
Demokrat Minta Pemerintah Jalankan Kebijakan Pro Growth, Pro Poor, Pro Job
Berita Terkini
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved