Pengamat Sebut Perang Dingin SBY-Mega Sudah Sejak 2004

Jum'at, 27 Juli 2018 - 11:49 WIB
Pengamat Sebut Perang...
Pengamat Sebut Perang Dingin SBY-Mega Sudah Sejak 2004
A A A
JAKARTA - Aksi saling sindir dilakukan elite Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hal itu dipicu pernyatan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut banyak rintangan bergabung ke kubu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hambatan atau rintangan itu salah satunya SBY menyebut karena hubungannya dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri belum pulih. Perasaan SBY pun ditanggapi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto sebagai keluhan musiman yang selalu dilontarkan SBY.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, memang ada rintangan yang mempengaruhi dua tokoh yang sama pernah menjadi Presiden RI tersebut.

"Dibandingkan dengan konflik yang lain, perang dingin kedua tokoh ini terbilang cukup lama sejak 2004 lalu," ujar Adi saat dihubungi SINDOnews, Jumat (27/7/2018).

(Baca juga: PDIP Tak Anggap Koalisi Demokrat-Gerindra sebagai Ancaman)

Adi menganggap sepertinya 'ada luka' yang tak sepenuhnya terobati oleh kedua tokoh politik nasional ini. Padahal kata Adi, seyogyanya dalam politik tak ada rival abadi yang ada kepentingan abadi.

Rintangan selanjutnya menurut Adi, sangat terkait dengan penerimaan partai-partai koalisi terhadap Demokrat. Bukan hanya soal 'jatah kekuasaan' yang bakal terbagi ke Demokrat, namun menyangkut eksistensi Demokrat 5 tahun mendatang.

Menurut dia, jika Demokrat merapat ke Jokowi ibarat pelihara anak macan karena sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berpotensi menjadi rising star dalam kontestasi Pilpres saat ini maupun di masa yang akan datang.

"Cak Imin, Rommy, bahkan Airlangga akan susah bersaing sama AHY ke depan," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Hasnaeni si Wanita Emas...
Hasnaeni si Wanita Emas di Antara PDIP dan Demokrat, Hasto Ngaku Tak Kenal
Orang PDIP Sebut Oposan...
Orang PDIP Sebut Oposan Sumbang, Politikus Demokrat Bilang Pejabat Jangan Alergi Kritik
Bisa Usung Kader Sendiri,...
Bisa Usung Kader Sendiri, PDIP Belum Tertarik Bicara Koalisi 2024
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Rekam Jejak Suara PDIP...
Rekam Jejak Suara PDIP dari tahun 1999-2019, Pernah Mengalami Penurunan hingga Berhasil Kokoh di Puncak
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Bakal...
Febrie Adriansyah Bakal Ditahan usai Diperiksa Kejagung?
Kasus Korupsi Febrie...
Kasus Korupsi Febrie Adriansyah dan Don Ritto Kini Sepenuhnya Kewenangan Jaksa
Nanik S Deyang Absen...
Nanik S Deyang Absen Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Kadar Emas Batangan...
Kadar Emas Batangan yang Ditemukan di Rumah Febrie Adriansyah 23 Karat
Koalisi Advokat Serahkan...
Koalisi Advokat Serahkan Draft RUU Advokat kepada Pemerintah
Don Ritto Dilimpahkan...
Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Polisi Serahkan Barang Bukti Kasus Korupsi dan TPPU
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved