PDIP Bilang SBY Selalu Mengeluhkan Soal Hubungan dengan Megawati

Kamis, 26 Juli 2018 - 10:49 WIB
PDIP Bilang SBY Selalu...
PDIP Bilang SBY Selalu Mengeluhkan Soal Hubungan dengan Megawati
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu mengeluh dan mempolitisir keadaan.

Tanggapan tersebut dikatakan Hasto terkait SBY yang menyebut banyak rintangan untuk bergabung dengan kubu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya SBY menyebut hubungannya dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri belum pulih.

Menurut Hasto, SBY kerap mengeluarkan keluhan 'melankolis' kepada Megawati. Hal itu bisa ditelusuri dari jejak digital dan media cetak bahwa menjelang pemilu 2019, SBY selalu menyampaikan keluhannya tentang Megawati.

"Padahal Ibu Megawati baik-baik saja. Selama ini beliau diam, karena beliau percaya terhadap nilai-nilai Satyam Eva Jayate, bahwa pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang," tutur Hasto dalam keterangan persnya, Kamis (26/7/2018).

Hasto menganggap "keluhan musiman” SBY tersebut terjadi karena sebagai seorang Bapak tentu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hasto menilai, seluruh pergerakan politik SBY adalah untuk anaknya.

Sementara Megawati jauh lebih luas dari itu. Menurutnya, Mega selalu bicara untuk PDI Perjuangan dan untuk Presiden Jokowi, rakyat, bangsa dan negara. "Sementara Pak SBY selalu saja mengeluhkan hubungan itu," ungkapnya.

Hasto mengingatkan apa yang terjadi menjelang pilpres tahun 2004. Saat itu SBY menyatakan diri sebagai orang yang dizolimi. Secara psikologis, kata Hasto, seharusnya yang menzolimi itu yang merasa bersalah.

Namun kenapa SBY justru nampak sebagai pihak yang merasa bersalah dan selalu menuduhkan hal yang kurang pas tentang Megawati. Hasto pun menceritakan bahwa menjelang pilpres 2014. Ketika itu ada salah satu Ketua Umum Partai yang mendesak Ibu Mega agar bertemu SBY guna memastikan kemenangan Pak Jokowi.

"Ibu Megawati menegaskan bahwa Pak Jokowi akan menang karena dukungan rakyat. Sekiranya pertemuan saya dengan Pak SBY dianggap sebagai faktor utama kemenangan Pak Jokowi, maka kasihan rakyat yang telah berjuang. Banyak rakyat kecil yang iuran 20-50 ribuan untuk Pak Jokowi. Masak dukungan rakyat yang begitu besar untuk kemenangan Pak Jokowi kemudian dinihilkan hanya karena pertemuan saya," kata Hasto menirukan ucapan Megawati saat itu.

Dilanjutkan Hasto, gagal tidaknya koalisi SBY dan Partai Demokrat lebih karena kalkulasi yang rumit yang dilakukan presiden keenam itu yang hanya fokus dengan masa depan Mas AHY.

"Jadi sebaiknya pemimpin itu bijak, kalau tidak bisa berkoalisi dengan Pak Jokowi karena sikapnya yang selalu ragu-ragu, ya sebaiknya introspeksi dan jangan bawa nama Ibu Mega seolah sebagai penghalang koalisi tersebut. Sekiranya Pak SBY mendorong kepemimpinan Mas AHY secara alamiah terlebih dahulu, mungkin sejarah bicara lain," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Hasnaeni si Wanita Emas...
Hasnaeni si Wanita Emas di Antara PDIP dan Demokrat, Hasto Ngaku Tak Kenal
Orang PDIP Sebut Oposan...
Orang PDIP Sebut Oposan Sumbang, Politikus Demokrat Bilang Pejabat Jangan Alergi Kritik
Bisa Usung Kader Sendiri,...
Bisa Usung Kader Sendiri, PDIP Belum Tertarik Bicara Koalisi 2024
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Rekam Jejak Suara PDIP...
Rekam Jejak Suara PDIP dari tahun 1999-2019, Pernah Mengalami Penurunan hingga Berhasil Kokoh di Puncak
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Berita Terkini
Nanik S Deyang Absen...
Nanik S Deyang Absen Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Kadar Emas Batangan...
Kadar Emas Batangan yang Ditemukan di Rumah Febrie Adriansyah 23 Karat
Koalisi Advokat Serahkan...
Koalisi Advokat Serahkan Draft RUU Advokat kepada Pemerintah
Don Ritto Dilimpahkan...
Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Polisi Serahkan Barang Bukti Kasus Korupsi dan TPPU
Brigjen Pol Irhamni:...
Brigjen Pol Irhamni: Kolaborasi Aparat Penegak Hukum Jadi Kunci Jerat Mafia Lingkungan
Laporan Gratifikasi...
Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Ditolak, KPK Ungkap Alasannya
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved