DPR Pertanyakan Kebijakan Pemerintah Soal Rumah Dinas PNS

Rabu, 11 Juli 2018 - 00:34 WIB
DPR Pertanyakan Kebijakan...
DPR Pertanyakan Kebijakan Pemerintah Soal Rumah Dinas PNS
A A A
JAKARTA - Menanggapi kebijakan pemerintah membangun rumah dinas untuk PNS eselon I, II, dan III menerima tanggapan dari DPR khususnya Komisi II. Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria mempertanyakan kebijakan pemerintah yang dinilainya sarat muatan politis.

Pasalnya jumlah PNS eselon III sangat banyak, dan dinilai mustahil dapat dilaksanakan. "Eselon III itu sangat banyak jumlahnya ribuan sampai puluhan ribu, belum tentu bisa terwujud," kata Ahmad Riza, Selasa (10/7/2018).

"Yang jadi pertanyaaan maksud tujuannya apa, negara sedang tidak punya uang, sedangkan harga tanah mahal, belum lagi mesti dibangun yang tentunya menghabiskan dana banyak," tambahnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut terlalau politis di mana presiden ingin mengambil hati PNS lantaran mendekati waktu pemilihan presiden yang sebentar lagi.

"Membangun itu butuh waktu, Presiden jangan beri harapan palsu, banyak kebijakan pemerintah ini berlebihan masuk tahun politik," tegasnya.

Riza menegaskan, agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama pemerintahnya mewujudkan dulu janji-janjinya saat 2014 yang belum terwujud dari sekarang, mulai dari membuka lapangan pekerjaan hingga kebijakan prorakyat yang akan memperbaiki garis kemiskinan di Indonesia.

"Penuhi saja janji Jokowi 2014 silam, jangan membuat janji baru yang tidak relevan," ujarnya.

Begitupun dengan Anggota Komisi II dari Fraksi PKS Sutriyono yang menilai kebijakan membangun rumah dinas merupakan kebijakan pencitraan Jokowi yang tak sudah-sudah.

"Itu pencitraan lagi, mau bangun rumah dinas, perlu sediakan tanah, mau di mana bangunnya, kapan, apa maksud tujuannya, kan enggak jelas," ucapnya saat dihubungi.

Menurutnya, kebijakan rumah dinas untuk pejabat PNS itu bukan hal yang urgen, mereka yang berada di eselon I, II, dan III, secara mayoritas memiliki rumah pribadi. Pemerintah, sambungnya, harus pro pada rakyat kecil yang masih belum memiliki rumah yang layak.

"Pemerintah harus pikirkan lagi, lebih baik pikirkan rakyat kecil, kebutuhan rumah rakyat untuk pejabat bukan hal yang primer. sadarlah kita, inikan mau pilpres yah," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
97 Ribu PNS Fiktif,...
97 Ribu PNS Fiktif, DPR Menduga Terjadi Kolusi
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved