Mahasiswa Berperan Penting dalam Meningkatkan Daya Saing Desa

Senin, 09 Juli 2018 - 19:51 WIB
Mahasiswa Berperan Penting...
Mahasiswa Berperan Penting dalam Meningkatkan Daya Saing Desa
A A A
MATARAM - Lebih dari 2.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat (NTB) memadati Convention Hall Lombok Raya Hotel, Mataram, NTB, Sabtu (7/7/2019). Mereka hadir untuk mengikuti Dialog Nasional Indonesia Maju bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Sosial Idrus Marham.
Tak hanya berdialog, tiga menteri ini juga membagi-bagikan sejumlah laptop dan puluhan tabungan berisi jutaan rupiah kepada puluhan mahasiswa yang hadir.

Dalam dialog tersebut, Menteri Eko mengingatkan peran mahasiswa dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Partisipasi mahasiswa dapat dilakukan melalui kuliah kerja nyata (KKN) tematik.

"Partisipasi dari mahasiswa ini penting sekali untuk melakukan KKN. Benevit-nya apa dari KKN, kalian (mahasiswa) bisa melihat potensi yang sangat besar di Indonesia," katanya.

Ia berharap, dalam KKN tematik tersebut para mahasiswa dapat menyalurkan pengetahuan kepada masyarakat desa dengan melakukan berbagai pendampingan. Menurutnya, kontribusi tersebut sangat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa.

Menteri Eko mengakui, masih banyak masyarakat di desa yang membutuhkan berbagai pendampingan seperti dalam memanajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Program-program di desa hanya akan berhasil kalau kita lakukan pendampingan. Kalau melakukan pelatihan biayanya akan sangat mahal," ujarnya.

Pendampingan untuk peningkatan SDM di desa sangat penting untuk membantu mengatasi kesenjangan. Sebab semakin meningkatnya kesenjangan kaya dan miskin, akan berpotensi besar menimbulkan gejolak sosial.

"Pertumbuhan ekonomi yang pesat tanpa mengurangi kemiskinan akan menimbulkan gejolak sosial. Ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan pengurangan gap antara yang kaya dan miskin," jelasnya.

Terkait pertumbuhan ekonomi, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia sebagai negara besar harus bergerak cepat demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, persaingan bukan persoalan besar atau kecilnya sebuah negara, namun lebih pada persoalan siapa cepat memakan yang lambat.

"Indonesia sekarang tumbuh tiga kali lipat dibandingkan dengan dunia. Pariwisata Indonesia tumbuh 22%," ujarnya.
(poe)
Berita Terkait
Langkah Kemendes PDTT...
Langkah Kemendes PDTT Memperkuat Jejaring Antar Desa ASEAN
Dana Desa Selama PPKM...
Dana Desa Selama PPKM Duitnya Gede, Tapi Sayang Cairnya Lelet!
Kejar Herd Immunity,...
Kejar Herd Immunity, Mendes Minta Vaksinasi Digenjot Hingga Pelosok Desa
Optimisme Kebangkitan...
Optimisme Kebangkitan Desa
Duit Dana Desa Sisa...
Duit Dana Desa Sisa Rp36,4 Triliun, Buat Apa?
HBT ke-72, Mendes PDTT...
HBT ke-72, Mendes PDTT Berikan Penghargaan kepada 10 Kepala Desa Perempuan Inspiratif
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved