Ini Sejumlah Tantangan jika JK Maju Jadi Capres
Kamis, 05 Juli 2018 - 18:03 WIB
Ini Sejumlah Tantangan jika JK Maju Jadi Capres
A
A
A
JAKARTA - Nama Jusuf Kalla (JK) menjadi perbincangan publik sebagai sosok yang dianggap akan menentukan konstelasi politik di Pemilu 2019, belakangan ini.
CEO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan mengatakan, ada dua kemungkinan yang dimiliki JK setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan dirinya tidak bisa lagi maju sebagai calon wakil presiden.
"Yang pasti Pak JK sudah enggak bisa nyawapres. Dia hanya bisa nyapres atau mencalonkan capres," kata Djayadi Di Kantor SMRC, Jakarta, Kamis (5/7/2018).
Bila maju sebagai calon presiden (capres), ada sejumlah tantangan yang menghadang JK. Pertama, masa lalu JK yang pernah mencalonkan diri sebagai capres dan kalah dalam kontestasi tersebut.
Kedua, persoalan elektabilitas. Djayadi mengatakan, JK memiliki elektabilitas tinggi sebagai wakil presiden. Namun sebagai capres, kata Djayadi, elektabilitas JK rendah, bahkan angkanya di bawah Anies Baswedan.
Ketiga, JK tak punya partai. Djayadi mengatakan, meski banyak orang mengenal JK sebagai tokoh senior Golkar, namun kendali partai berlambang pohon beringin itu kini bukan berada di genggaman saudagar asal Makassar tersebut.
"Akan blunder juga kalau ia menggandeng Anies Baswedan, keduanya sama-sama tak berpartai," imbuh Djayadi.
Kendala keempat, lanjut Djayadi, adalah umur. Secara alamiah, di usia saat ini apakah JK masih fit untuk memimpin negeri ini?
Meski memiliki banyak kendala bila maju sebagai capres, Djayadi menyebut JK memiliki modal besar untuk menjadi king maker di Pemilu 2019. Sebagai tokoh pengusaha, JK dianggap memiliki pengaruh besar di Indonesia timur.
"JK punya modal untuk jadi king maker. Dia punya basis massa di Indonesia timur. Semua calon pasti punya keinginan untuk mendulang suara di Indonesia timur," kata Djayadi.
CEO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan mengatakan, ada dua kemungkinan yang dimiliki JK setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan dirinya tidak bisa lagi maju sebagai calon wakil presiden.
"Yang pasti Pak JK sudah enggak bisa nyawapres. Dia hanya bisa nyapres atau mencalonkan capres," kata Djayadi Di Kantor SMRC, Jakarta, Kamis (5/7/2018).
Bila maju sebagai calon presiden (capres), ada sejumlah tantangan yang menghadang JK. Pertama, masa lalu JK yang pernah mencalonkan diri sebagai capres dan kalah dalam kontestasi tersebut.
Kedua, persoalan elektabilitas. Djayadi mengatakan, JK memiliki elektabilitas tinggi sebagai wakil presiden. Namun sebagai capres, kata Djayadi, elektabilitas JK rendah, bahkan angkanya di bawah Anies Baswedan.
Ketiga, JK tak punya partai. Djayadi mengatakan, meski banyak orang mengenal JK sebagai tokoh senior Golkar, namun kendali partai berlambang pohon beringin itu kini bukan berada di genggaman saudagar asal Makassar tersebut.
"Akan blunder juga kalau ia menggandeng Anies Baswedan, keduanya sama-sama tak berpartai," imbuh Djayadi.
Kendala keempat, lanjut Djayadi, adalah umur. Secara alamiah, di usia saat ini apakah JK masih fit untuk memimpin negeri ini?
Meski memiliki banyak kendala bila maju sebagai capres, Djayadi menyebut JK memiliki modal besar untuk menjadi king maker di Pemilu 2019. Sebagai tokoh pengusaha, JK dianggap memiliki pengaruh besar di Indonesia timur.
"JK punya modal untuk jadi king maker. Dia punya basis massa di Indonesia timur. Semua calon pasti punya keinginan untuk mendulang suara di Indonesia timur," kata Djayadi.
(maf)