Keinginan Amien Nyapres Dinilai Bentuk Sentilan kepada Parpol Besar
Senin, 02 Juli 2018 - 09:43 WIB
Keinginan Amien Nyapres Dinilai Bentuk Sentilan kepada Parpol Besar
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, keinginan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais mengikuti Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 mungkin saja dianggap keinginan serius.
Menurut Adi, keinginan Amien maju sebagai bakal calon presiden harus diakui akan menemui jalan terjal dan berliku. Sebab, di internal PAN sudah ada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan yang digadang-gadang untuk maju pada pilpres.
"Termasuk soal ambang batas pencapresan 20% yang cukup berat," kata Adi kepada SINDOnews, Senin (2/7/2018).
Kendati begitu, pengamat politik asal Universitas Islam Negeri Jakarta ini menduga dimajukannya Amien bisa juga dimaknai sebagai upaya untuk menyolidkan mesin politik PAN menghadapi pemilu 2019. Hal ini penting dilakukan karena Amien merupakan ikon utama partai berlambang matahari biru itu.
Selain itu, majunya Amien bisa juga dibaca sebagai sentilan mantan Ketua MPR itu kepada parpol besar yang tak punya nyali memajukan capres sendiri untuk melawan Jolowi. "Untuk apa parpol kalo tak berhasil lakukan regenerasi di level elite," tandasnya. (Rakhmat)
Menurut Adi, keinginan Amien maju sebagai bakal calon presiden harus diakui akan menemui jalan terjal dan berliku. Sebab, di internal PAN sudah ada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan yang digadang-gadang untuk maju pada pilpres.
"Termasuk soal ambang batas pencapresan 20% yang cukup berat," kata Adi kepada SINDOnews, Senin (2/7/2018).
Kendati begitu, pengamat politik asal Universitas Islam Negeri Jakarta ini menduga dimajukannya Amien bisa juga dimaknai sebagai upaya untuk menyolidkan mesin politik PAN menghadapi pemilu 2019. Hal ini penting dilakukan karena Amien merupakan ikon utama partai berlambang matahari biru itu.
Selain itu, majunya Amien bisa juga dibaca sebagai sentilan mantan Ketua MPR itu kepada parpol besar yang tak punya nyali memajukan capres sendiri untuk melawan Jolowi. "Untuk apa parpol kalo tak berhasil lakukan regenerasi di level elite," tandasnya. (Rakhmat)
(dam)