Maruarar Bangga dengan Pilihan Megawati di Pilkada Serentak 2018

Minggu, 01 Juli 2018 - 15:03 WIB
Maruarar Bangga dengan...
Maruarar Bangga dengan Pilihan Megawati di Pilkada Serentak 2018
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait bangga dengan pilihan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Maruarar pun mengapresiasi perolehan PDIP dalam Pilkada serentak 2018.Kemenangan PDIP di sejumlah provinsi dianggapnya sebagai wujud kemenangan rakyat sekaligus kemenangan PDIP.

“Keberanian PDIP mengusung kader di hampir semua wilayah menunjukkan bahwa PDIP telah menjalankan fungsi kepartaian dengan baik,” ujar Maruarar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/7/2018).
Ketua DPP PDIP periode 2004-2014 ini menegaskan kaderisasi di partainya tidak pernah instan, sebab seseorang selalu melewati proses panjang sebelum dicalonkan menjadi kepala daerah. Salah satu contohnya, kata dia, Ganjar Pranowo di Pilkada Jawa Tengah yang sebelumya menjabat anggota DPR.

Kemudian, calon Gubernur Sumatera Utara yang diusung PDIP, Djarot Saiful Hidayat, pernah menjabat Wali Kota Blitar, anggota DPR, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga pernah menjabat Wali Kota Solo, dan Gubernur DKI Jakarta.

Dia mengatakan, partai politik (parpol) yang berhasil adalah partai yang sukses memproses dan menciptakan para pemimpin, bukan hanya membaca situasi dan melihat figur yang berpeluang untuk kemudian didukung tanpa memperhatikan aspek ideologis, loyalitas dan pendidikan politik dalam partai.

"Saya sebagai kader partai bangga dengan keputusan Ibu Mega untuk mengusung kader bertarung di pilkada 2018" ujar Maruarar.

Dia pun berpendapat klaim sejumlah partai di beberapa pilkada jika ditilik dari pragmatisme politik sah. Namun, jika dilihat dari aspek kualitas, klaim itu dianggap menjadi tidak tepat.

“Sebab kemenangan mereka bukan kemenangan yang mendatangkan nilai lebih bagi partai yang seharusnya berfungsi sebagai tempat artikulasi kepentingan rakyat, tempat pendidikan politik dan kaderisasi,” kata anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat ini.

Dia mengakui bpasangan Djarot-Sihar (Djoss) di Pilkada Sumaters Utara (Sumut) kalah jika dilihat dari hasil hitung cepat alias quick count. Namun, dia mengajak untuk melihatnya secara objektif.

Suara PDIP dan PPP di Sumut, lanjut dia, tak lebih dari 21%, namun dilihat perolehan suara Djoss lebih dari 40%. "Artinya mesin partai berjalan, figur yang diusung juga diterima publik,” ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
PDIP Daftarkan Serentak...
PDIP Daftarkan Serentak Seluruh Paslon Pilkada pada 4 September
Eks Wakil Ketua TPN...
Eks Wakil Ketua TPN Jadi LO PDIP untuk Pilkada Serentak Kaltim
PDIP Patok Target Tinggi...
PDIP Patok Target Tinggi Menangi Pilkada Serentak 2020
Menangkan Pilkada Serentak,...
Menangkan Pilkada Serentak, PDIP Terapkan Strategi Gotong Royong
Dilan-Adnan dan Rahman...
Dilan-Adnan dan Rahman Assegaf Resmi Jadi Jagoan PDI Perjuangan
Besok, PDIP Umumkan...
Besok, PDIP Umumkan Rekomendasi Paslon Gelombang II Secara Virtual
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
PSHKP Resmi Diluncurkan,...
PSHKP Resmi Diluncurkan, Siap Perkuat Tata Kelola Hukum dan Keuangan Publik
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved