Mendagri Punya DPT Ganda, Bawaslu Ingin Pastikan Tak Disalahgunakan
Rabu, 27 Juni 2018 - 13:52 WIB
Mendagri Punya DPT Ganda, Bawaslu Ingin Pastikan Tak Disalahgunakan
A
A
A
SEMARANG - Mendagri, Tjahjo Kumolo diketahui masih terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) TPS 01 Kelurahan Citarum, Kota Semarang. Padahal, Tjahjo sudah pindah kependudukan atau memiliki KTP di DKI Jakarta sejak beberapa tahun lalu.
Menurut Tjahjo, kehadirannya ke lokasi TPS tersebut untuk meminta agar DPT nya dicoret. Sebab, untuk Pilkada serentak ini, Tjahjo mengaku telah mendapatkan undangan untuk mencoblos. "Tadi disaksikan Ketua bawaslu. Mulai hari ini saya hapuskan," ujar Tjahjo, di lokasi TPS, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/6/2018).
Merespon fenomena DPT ganda yang dimiliki Tjahjo, Ketua Bawaslu, Abhan mengaku akan meneruskan masalah ini ke KPU. Hal ini dilakukan agar DPT tersebut divalidasi kembali untuk pemilu 2019 nanti.
Abhan meminta agar DPT ganda yang dialami Tjahjo bisa diverikasi oleh KPU. "Proses kemarin kan (Pemilu 2019) DPS, nanti ada perbaikan untuk DPT, nanti untuk DPT harus valid Validasinya. Untuk hari ini C-6 pak menteri sudah ditarik TPS, jadi tak disalahgunakan," ungkap Abhan di lokasi yang sama.
Abhan menganggap, DPT Tjahjo sudah clear dan yang bersangkutan memiliki hak pilih di wilayah DKI Jakarta. Maka itu, kehadiran dirinya bersama Tjahjo untuk memastikan agar DPT tersebut tak disalahgunakan di kemudian hari. Dia mengatakan, DPT ganda juga berpotensi dialami orang lain di tempat lain.
"Ya saya lihat nanti kalau ada, tapi sementara ini. Kalau sementara orang tak tercatat di DPT ya banyak untuk pilkada," pungkasnya.
Menurut Tjahjo, kehadirannya ke lokasi TPS tersebut untuk meminta agar DPT nya dicoret. Sebab, untuk Pilkada serentak ini, Tjahjo mengaku telah mendapatkan undangan untuk mencoblos. "Tadi disaksikan Ketua bawaslu. Mulai hari ini saya hapuskan," ujar Tjahjo, di lokasi TPS, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/6/2018).
Merespon fenomena DPT ganda yang dimiliki Tjahjo, Ketua Bawaslu, Abhan mengaku akan meneruskan masalah ini ke KPU. Hal ini dilakukan agar DPT tersebut divalidasi kembali untuk pemilu 2019 nanti.
Abhan meminta agar DPT ganda yang dialami Tjahjo bisa diverikasi oleh KPU. "Proses kemarin kan (Pemilu 2019) DPS, nanti ada perbaikan untuk DPT, nanti untuk DPT harus valid Validasinya. Untuk hari ini C-6 pak menteri sudah ditarik TPS, jadi tak disalahgunakan," ungkap Abhan di lokasi yang sama.
Abhan menganggap, DPT Tjahjo sudah clear dan yang bersangkutan memiliki hak pilih di wilayah DKI Jakarta. Maka itu, kehadiran dirinya bersama Tjahjo untuk memastikan agar DPT tersebut tak disalahgunakan di kemudian hari. Dia mengatakan, DPT ganda juga berpotensi dialami orang lain di tempat lain.
"Ya saya lihat nanti kalau ada, tapi sementara ini. Kalau sementara orang tak tercatat di DPT ya banyak untuk pilkada," pungkasnya.
(pur)