Prabowo dan PKS diminta Realistis Racik Strategi Pilpres

Selasa, 17 April 2018 - 13:38 WIB
Prabowo dan PKS diminta...
Prabowo dan PKS diminta Realistis Racik Strategi Pilpres
A A A
JAKARTA - Prabowo Subianto dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diminta berpikir realistis dalam meracik pasangan calon pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan, berpikir realistis dibutuhkan dalam mengukur sembilan calon wakil presiden yang diajukan PKS kepada Prabowo. (Baca juga: Sohibul Ungkap Syarat Koalisi Gerindra-PKS di Pilpres )

Adi menilai, sembilan nama cawapres PKS tidak dapat mendongkrak keterpilihan Prabowo di Pilpres 2019.

"Memang harus ada kompromi antara Prabowo dan PKS. Di tengah dilema itu harus dicari kemungkinan-kemungkinan karena ini tujuannya untuk menang," kata Adi kepada SINDOnews, Selasa (17/4/2018). (Baca juga: Gerindra Curiga Isu Prabowo Beri 'Tiket' Nyapres ke Gatot Settingan )

Dalam kondisi ini, kata dia, Prabowo juga mengalami dilema. Pasalnya, kata Adi, pencapresan mantan Komandan Jenderal Kopassus itu sangat tergantung dengan dukungan PKS.

"Harus ada ego yang diturunkan. Bahwa PKS menjadi penentu iya, tapi calon wakil yang dia sodorkan tidak memiliki elektabilitas signifikan, ya pertarungan selesai. Apalagi Jokowi sudah mengantongi dukungan yang tak bisa dibendung," kata Adi.

Adi lantas menyodorkan skenario lain yang bisa ditempuh PKS dan Prabowo. PKS disarankan mengajukan cawapres yang memiliki elektabilitas tinggi atau elektabilitasnya bisa dimodifikasi untuk mendongkrak elektabilitas Prabowo.

Adi menilai, skenario itu bakal diamini PKS. Pasalnya, sejumlah elite PKS telah memberikan sinyal adanya nama cawapres lain yang bisa diusung partai pimpinan Sohibul Iman tersebut.

"Beberapa elite PKS menyebut beberapa nama lain selain calon dari PKS. Ada Gatot, Anies dan Tuan Guru Bajang," ucap Adi.

Adi memberi catatan, skenario alternatif tersebut harus segera dinegosiasikan oleh Prabowo dan PKS, mengingat tenggat masa pendaftaran pasangan capres dan cawapres sudah semakin dekat.

"Ini yang harus segera dieksekusi di tengah dilema-dilema yang terjadi tentang siapa yang akan dampingi Prabowo. Apalagi banyak elite PKS seperti Mardani bilang kemungkinan PKS berlabuh ke partai lain masih cukup terbuka. Itu statement sehari dua hari ini, bukan tahun kemarin. Artinya ini cukup dinamis," ucap Adi.
(dam)
Berita Terkait
Profil Singkat 3 Kader...
Profil Singkat 3 Kader PKS yang Berpeluang Ramaikan Pilpres 2024
Mars dan Hymne Baru...
Mars dan Hymne Baru PKS Bergema di Markas Gerindra, Begini Respons Prabowo
Siti Zuhro: Koalisi...
Siti Zuhro: Koalisi PKS dan Gerindra di 2019 Kecil Kemungkinan Terulang di 2024
PKS Gelontorkan Bantuan...
PKS Gelontorkan Bantuan untuk Warga Jateng
Kuatkan Silaturahmi...
Kuatkan Silaturahmi Kebangsaan, PKS DKI Kunjungi Partai Gerindra Jakarta
Gerindra-PKS Terancam...
Gerindra-PKS Terancam 'Ketinggalan Kereta' di Pilkada Gowa 2020
Berita Terkini
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved