Soal Posko JOIN, PPP Sebut Ini Masalah Moral dan Etika

Jum'at, 13 April 2018 - 05:54 WIB
Soal Posko JOIN, PPP...
Soal Posko JOIN, PPP Sebut Ini Masalah Moral dan Etika
A A A
SEMARANG - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Mustakim menegaskan, partainya tidak terusik dengan manuver politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang mendirikan Posko Jokowi-Cak Imin (JOIN).

Secara politik, langkah pria yang akrab disapa Cak Imim dianggap masih kategori wajar sebagai sebuah parpol yang punya ambisi kekuasaan.

"Ya silakan, memang itu ruang untuk berparpol. Kalau beliau tidak menyebutkan ambisi, jangan-jangan bukan orang parpol. Justru ini adalah hal yngg sangat biasa, karena itulah (esensi) parpol," ujar Ahmad Mustakim di lokasi musyawarah nasional (munas) alim ulama PPP di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/4/2018) malam.

Meski demikian kata dia, jika bicara hubungan kausalitas, secara moral dan etika, aksi Cak Imin dianggap kurang wise (bijaksana), karena tidak dikomunikasikan terlebih dahulu dengan parpol mitra koalisi pendukung Presiden Jokowi.

"Secara teoritis seyogianya memang ada komunikasi sebelumnya dengan partai-partai koalisi sehingga saat mengeluarkan statemen sudah ada kesepahaman di partai koalisi. Oleh karena itu, kami tidak bisa mewakili cara pandang untuk ambil keputusan itu, itu sudah masuk ranah etika," tandasnya.

Itu pula sebabnya partainya tidak mau terburu-buru mendeklarasikan cawapres Jokowi dari PPP, yakni Ketua Umum Muhammad Romahurmuziy.

Pendeklarasian cawapres dari PPP masih menunggu masukan dari para ulama dan majelis syariah PPP dari 34 provinsi di Indonesia yang menggelar munas hari ini.

"Munas alim ulama yang dilaksanakan 13 sampai 14 April 2018 ini akan merumuskan kriteria dulu dan sesuai arahan para ulama," kata Ketua OC munas alim ulama PPP ini.

Menurut dia, sebagai partai pendukung pemerintah, inisiasi munas alim ulama ini jauh lebih besar urgensinya bagi bangsa. Urgensi pertama, mempertegas peran ulama dalam menjaga NKRI. Kedua, bagaimana menghasilkan kepentingan dalam bingkai Islam Rahmatan lil Alamin (Islam rahmat untuk semua penghuni alam).

"Jadi sudah sangat tegas, jangkauan munas ini sangat luas dibanding, mohon maaf, yang sudah dilakukan oleh saudara-saudara kita sebelumnya. Ini guidance ke depan yang puncaknya 17 April 2019," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Ulama PPP Jawa Barat...
Ulama PPP Jawa Barat Solid Dukung Mardiono, Targetkan Kebangkitan Partai
PPP Wacanakan Koalisi...
PPP Wacanakan Koalisi Lebaran Bahagia, Gerindra: Siapa Tahu Bisa Beneran Kejadian
Golkar Beri Sinyal Koalisi...
Golkar Beri Sinyal Koalisi dengan PKB, PPP: Itu Bagian dari Komunikasi Politik
Muswil PPP Sumut Digelar...
Muswil PPP Sumut Digelar di Balige Toba, Konsolidasi Menuju Kebangkitan Partai
Suara PPP sejak Pemilu...
Suara PPP sejak Pemilu 1999 hingga 2019, Kini Miliki 19 Anggota DPR
Cak Imin Tegaskan PKB...
Cak Imin Tegaskan PKB Solid: Yang Mau Ganggu Sampai Sungkan
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved