Ini Respons KPU Soal Usulan Pilkada Tidak Langsung

Senin, 09 April 2018 - 16:18 WIB
Ini Respons KPU Soal...
Ini Respons KPU Soal Usulan Pilkada Tidak Langsung
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman enggan menjawab secara lugas mengenai usulan agar Pilkada dilaksanakan tidak langsung. Usulan itu muncul karena Pilkada dianggap memakan biaya terlalu besar.

Menurut Arief, usulan mengenai hal tersebut pasti akan dibahas oleh DPRD setempat. Namun dia berpendapat, jika alasannya biaya terlalu mahal, maka perlu ada pemangkasan beban biaya.

Hal - hal yang dibebankan KPU atau penyelanggara itu dihapuskan, supaya nanti tidak terlalu besar," ujar Arief di Kantor Bawaslu, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Arief menjelaskan, pemangkasan beban biaya seperti kampanye diatur dan dibiayai oleh KPU, pembuatan iklan kampanye juga dibatasi oleh KPU. Hal lainnya misalnya, kegiatan KPU yang jumlahnya banyak dan besar dikurangi agar menghemat biaya.

"Tapi kalau agak murah ya sosialisasinya dikurangi,"kata mantan Ketua KPU Jawa Timur ini.

Wacana agar Pilkada langsung dihilangkan sudah pernah menjadi perdebatan publik sejak lama. Terbaru, Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta agar pelaksanaan pilkada langsung dievalusi karena hal ini menyangkut pembiayaan pilkada yang cukup besar.
(pur)
Berita Terkait
Ini Rancangan Jadwal...
Ini Rancangan Jadwal Tahapan Pilkada Serentak 2024
Komisioner KPU Hasyim...
Komisioner KPU Hasyim Asy'ari Usul Pilkada Serentak 2026
Hadapi Potensi Sengketa...
Hadapi Potensi Sengketa Pilkada, KPU Minta Jajaran di Daerah Lakukan Ini
Ini Tahapan Pada Hari...
Ini Tahapan Pada Hari Pencoblosan Pilkada Serentak 2020
Usai Dapat Nomor Urut,...
Usai Dapat Nomor Urut, Paslon Siap Bertarung di Pilkada 2020 secara Damai
Kotak Kosong Menang,...
Kotak Kosong Menang, KPU Usulkan Pilkada Ulang 2025
Berita Terkini
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
Pengamat Respons Pernyataan...
Pengamat Respons Pernyataan Hotman Paris: Penetapan Tersangka Tak Perlu Izin ke Presiden
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah...
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah Perkuat Literasi Data dan Keuangan untuk Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved