PDIP Minta KIP Ambil Peran Luruskan Berita Bohong

Rabu, 28 Maret 2018 - 19:02 WIB
PDIP Minta KIP Ambil...
PDIP Minta KIP Ambil Peran Luruskan Berita Bohong
A A A
Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah menganggap Komisi Informasi Pusat (KIP) sebagai lembaga negara harus memiliki fungsi pendidikan kepada masyarakat tentang bagaimana menyampaikan informasi yang benar.

Karenanya, peran utama KIP selain menyampaikan berbagai informasi kepada publik, juga memiliki tugas untuk meluruskan informasi atau berita-berita bohong (hoaks) yang beredar di masyarakat.

"KIP dibentuk sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, agar tak satu pun masyarakat kesulitan mendapatkan informasi," ujar Basarah saat dikusi antara Komisi Informasi Pusat (KIP) dan PDIP di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).

Dijelaskan Basarah, selaku lembaga publik KIP memiliki tanggung jawab penuh untuk menyaring berbagai sumber berita di tengah kesimpangsiuran informasi yang diterima masyarakat. Terlebih di era perkembangan informasi teknologi yang begitu pesat, di mana peredaran berita bohong kerap menyerang individu, kelompok bahkan intitusi demokrasi seperti partai politik.

"Ketika ada kesimpangsiuran, banyak berita bohong, berita menyesatkan, hoaks dan lainnya. Maka KIP dapat mengisi ruang itu dengan berita benar sebagai bentuk pertanggungjawaban juga," jelasnya.

Wakil Ketua MPR ini melanjutkan bahwa saat ini terjadi liberalisasi informasi yang melahirkan banyaknya informasi hoaks, ujaran kebencian, maupun upaya saling menjatuhkan. PDIP pun sering kali menjadi korban dari hal tersebut.

"Ada yang menyebut PDI Perjuangan itu sarang PKI, PDI Perjuangan antiislam, jelas semuanya itu tidak benar. Maka ini harus diluruskan, agar keberadaan KIP ini bisa mencerahkan kesadaran publik," tegasnya.

Basarah juga mengingatkan bahwa KIP maupun PDIP sama-sama lembaga publik yang uangnya dibiayai dari APBN. Dengan demikian KPI dan parpol pun harus melakukan keterbukaan pertanggungjawaban.

"Atas kebebasan informasi yang semakin liberal, negara bertanggungjawab dari ancaman proxy war, kita hadirkan KIP yang dipayungi Undang-Undang," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KIP Gede Nariyana Sunarkha mengakui bahwa perkembangan teknologi informasi membawa banyak perubahan, termasuk ekses negatif dari liberalisasi informasi, yakni munculnya banyak ujaran kebencian dan berita hoaks. Hal ini pun nanti akan menjadi perhatian dari KIP.

"Selama ini memang kita baru bergerak dan belum banyak yang bisa silakukan karena belum lama dilantik. Tapi apa yang disampaikan Pak Basarah benar sekali terkait keharusan untuk memberi informasi yang benar dan mencerdaskan. Artinya melawan berita hoaks," timpal Gede di forum yang sama.
(kri)
Berita Terkait
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Polemik Pelonggaran...
Polemik Pelonggaran PSBB, PDIP Sebut Masyarakat Terbelah
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
Maafkan Puan, Tokoh...
Maafkan Puan, Tokoh Sumbar Minta Masyarakat Sudahi Polemik
Berita Terkini
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Istana: Presiden Prabowo...
Istana: Presiden Prabowo Bakal Angkat Jampidsus Definitif dalam 1-2 Hari
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved