IPW Minta Polri Tolak Usulan Mendagri Terkait Plt Gubernur
Jum'at, 26 Januari 2018 - 17:38 WIB
IPW Minta Polri Tolak Usulan Mendagri Terkait Plt Gubernur
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) mendorong Polri menolak rencana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menunjuk dua jenderal polisi menjadi pelaksana tugas (Plt) Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Sumatera Utara.
Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, penunjukan jenderal Polisi sebagai Plt Gubernur akan menuai pro kontra di tengah tahun politik. Neta meminta Polri fokus penjagaan pengamanan pilkada serentak 2018.
"IPW berharap rencana dan usulan Mendagri itu ditolak saja. Polri sebaiknya konsen pada penjagaan keamanan pilkada," kata Neta kepada SINDOnews, Jumat (26/1/2018).
Neta berharap, Plt Gubernur diserahkan kepada pejabat Kementerian Dalam Negeri. Hal itu dilakukan agar Polri tetap provesional dan proporsional dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan masyarakat.
"IPW berharap para birokrat sipil jangan memancing dan menarik-narik Polri ke wilayah politik praktis ataupun ke wilayah pemerintahan sipil. Dalam situasi pilkada seperti sekarang ini posisi Polri sangat tepat jika tetap profesional dan independen serta tetap menjadi polisi sebagai penjaga keamanan," ucap Neta.
Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, penunjukan jenderal Polisi sebagai Plt Gubernur akan menuai pro kontra di tengah tahun politik. Neta meminta Polri fokus penjagaan pengamanan pilkada serentak 2018.
"IPW berharap rencana dan usulan Mendagri itu ditolak saja. Polri sebaiknya konsen pada penjagaan keamanan pilkada," kata Neta kepada SINDOnews, Jumat (26/1/2018).
Neta berharap, Plt Gubernur diserahkan kepada pejabat Kementerian Dalam Negeri. Hal itu dilakukan agar Polri tetap provesional dan proporsional dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan masyarakat.
"IPW berharap para birokrat sipil jangan memancing dan menarik-narik Polri ke wilayah politik praktis ataupun ke wilayah pemerintahan sipil. Dalam situasi pilkada seperti sekarang ini posisi Polri sangat tepat jika tetap profesional dan independen serta tetap menjadi polisi sebagai penjaga keamanan," ucap Neta.
(maf)